Makan wortel secara rutin bisa menurunkan risiko penyakit jantung, benarkah?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wortel mengandung beta karoten dan nutrisi lainnya. Hasil penelitian menyatakan wortel efektif menurunkan risiko penyakit jantung. 

Siapa yang tidak tahu dengan wortel. Ya, sayuran berwarna orange ini memang populer di tanah air. 

Baca Juga: 5 Sayuran yang baik dikonsumsi penderita kolesterol


Wortel kerap dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi salad, sup, atau tumisan. 

Melansir dari situs Food.NDTV.com, wortel mengandung beta-karoten, serat, antioksidan, kalsium, dan beberapa vitamin serta mineral. 

Kandungan tersebut membuat wortel bermanfaat untuk membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, penurunan berat badan, kesehatan mata, kulit, dan lainnya. 

Tahukah Anda, mengonsumsi wortel secara rutin baik untuk kesehatan jantung? 

Wortel dan kesehatan jantung 

Wortel mengandung beta karoten yang diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di University of Illinois, konvesrsi tersebut bisa mengurangi tingkat kolesterol jahat dalam darah. 

Konversi itu juga membantu mencegah perkembangan ateroskleroses, penyebab utama penyakit jantung. Sekedar info, aterosklerosis merupakan penumpukan lemak dan kolesterol di dalam arteri. 

"Untuk mendapatkan kesehatan penuh dari makanan super ini (wortel), Anda membutuhkan enzim aktif untuk produksi vitamin ini," kata laporan penelitian tersebut. 

Para peneliti melakukan penelitian dengan melibatkan dua objek yang berbeda yakni manusia dan tikus untuk menemukan efek beta karoten pada kesehatan jantung. 

Penelitian pertama, peneliti mensurvei sampel darah dan DNA dari 767 orang dewasa muda yang sehat dengan rentang usia 18tahun-25 tahun. 

Peneliti menemukan enzim yang disebut dengan beta karoten oksigenase 1 (BCO1) bertanggung jawab untuk konversi beta karoten. 

Orang dengan enzim yang kurang aktif menghasilkan sedikit vitamin A dan memiliki kadar kolesterol lebih tinggi. Sedangkan, orang yang memiliki varian genetik yang terkait dengan pembuatan enzim BCO1 lebih aktif memiliki kolesterol yang lebih rendah. 

"Itu adalah pengamatan pertama kami," kata Jaume Amengual, Asisten Profesor Nutrisi yang dipersonalisasi di Departemen Ilmu Pangan dan Nutrisi Manusia, Universitas Illinois. 

Hasil penelitian di atas dipublikasikan dalam Journal of Nutrition. 

Penelitian kedua, peneliti memberikan beta karoten pada tikus. Hasilnya, tikus memiliki kadar kolesterol lebih rendah. 

Tikus juga mengembangkan lesi aterosklerosis atau plak yang lebih kecil di arteri mereka. 

"Ini artinya tikus yang diberi beta karoten lebih terlidungi dari aterosklerosis daripada tikus yang diberi diet tanpa senyawa bioaktif ini," kata Amengual. 

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Lipid Research. 

Baca Juga: Jus wortel bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi

Selanjutnya: Jus sayur dan buah untuk menurunkan darah tinggi yang bahannya mudah didapat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati