Makau Bangkit, Las Vegas Melambat: Arah Perjudian Global Berubah di 2025



KONTAN.CO.ID - MAKAU. Pergerakan penjudi global menunjukkan perubahan arah sepanjang 2025. Dua pusat perjudian terbesar dunia, Makau dan Las Vegas, kini berada di jalur yang berbeda. 

Makau kembali ramai oleh wisatawan yang turun langsung ke lantai kasino, sementara Las Vegas mulai kehilangan momentum setelah lonjakan besar pasca-pandemi.

Bloomberg melaporkan, kasino-kasino di Makau membukukan pendapatan perjudian kotor atau gross gaming revenue (GGR) sebesar 247,4 miliar pataca, setara Rp 515,30 triliun, sepanjang 2025. 


Angka ini naik 9,1% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui proyeksi pemerintah setempat. Capaian tersebut juga menjadi pendapatan tahunan tertinggi sejak sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Analis senior sektor perjudian global Seaport Research Partners, Vitaly Umansky, menilai potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Menurutnya, pemulihan didorong oleh meningkatnya kekayaan masyarakat China serta minat tinggi terhadap perjalanan dan hiburan. “Orang-orang kembali datang dan membelanjakan uangnya,” ujarnya.

Pemulihan Makau kian signifikan setelah sebelumnya kehilangan pemain VIP kelas kakap akibat pengetatan aktivitas junket oleh Beijing.

Kini, pertumbuhan lebih bertumpu pada segmen premium mass dan pasar massal kelas menengah atas. Meski nilai taruhan per pemain lebih kecil, jumlah pengunjung meningkat dan margin dinilai lebih stabil.

Tren tersebut juga tercermin dari data kunjungan wisata. Pada November 2025, Makau menerima sekitar 3,3 juta wisatawan, lebih tinggi dibandingkan periode pra-pandemi.

Baca Juga: Las Vegas Akan Jadi Tuan Rumah Undian Piala Dunia FIFA 2026

Ini menunjukkan pemulihan tidak hanya terlihat dari pendapatan, tetapi juga dari arus fisik pengunjung yang kembali memadati kawasan kasino.

Kondisi berbeda terjadi di Las Vegas Strip. Setelah mencetak rekor ekonomi pada 2022 berkat lonjakan perjalanan pasca-pandemi, jumlah pengunjung mulai menurun sepanjang 2025.

Pusat Riset Bisnis dan Ekonomi Universitas Nevada Las Vegas (UNLV) memproyeksikan kunjungan ke Las Vegas pada 2025 sekitar 39,1 juta orang, turun sekitar 6%.

Analis Truist Securities, Barry Jonas, mengakui adanya pelemahan di sejumlah segmen. Ia menyebut segmen menengah ke bawah mengalami tekanan pada akhir 2025.

Baca Juga: Usai Skandal Las Vegas, Ronaldo Berpeluang Main Lagi di AS

Laporan Casino.org mencatat, mahalnya biaya perjalanan menjadi salah satu faktor utama. Harga hotel, makanan, parkir, hingga hiburan di Las Vegas terus meningkat, sementara fasilitas gratis yang dulu menjadi daya tarik utama semakin berkurang.

Industri kasino global kini memasuki fase seleksi alam. Persaingan tidak lagi soal kemewahan semata, melainkan kemampuan menarik konsumen untuk benar-benar datang dan berbelanja.

Selanjutnya: Hitung BPJS Ketenagakerjaan BPU Mandiri 2026, Freelancer Bisa Dapat Perlindungan

Menarik Dibaca: Promo A&W Sharing Meal Januari 2026, Paket Aroma Chicken Hemat untuk Rame-Rame