Makin Berkilau, Harga Emas Spot Ditutup ke Rekor Tertinggi di US$ 4.763,4



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas ditutup menguat ke rekor tertinggi baru, melampaui tonggak sejarah usai tembus ke atas US$ 4.700 per ons troi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sentimen datang karena meningkatnya ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan aset safe-haven, dengan harga perak juga menembus angka US$ 95 per ons troi untuk pertama kalinya.

Selasa (20/1/2026), harga emas spot ditutup menguat 2% ke US$ 4.763,43 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi di US$ 4.765,93 per ons troi. 

Sejalan, harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari 2026 ditutup melonjak 3,7% menjadi US$ 4.765,80 per ons troi.


"Emas telah melonjak lebih dalam ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Baca Juga: Produksi Minyak Kazakhstan Berhenti, Harga Minyak Dunia Ditutup Menguat Lebih Dari 1%

"Dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia, memperkuat reli emas pada saat kepercayaan terhadap aset AS tampaknya goyah."

Indeks utama Wall Street merosot ke level terendah hampir tiga minggu pada hari Selasa, karena investor dikejutkan oleh ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terhadap Eropa terkait kendali atas Greenland.

Pernyataan tersebut telah meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss, pada hari Rabu (21/1/2026).

Dolar AS diperkirakan akan mengalami penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, membuat emas yang dihargai dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.

Emas, yang dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakstabilan ekonomi dan politik, melonjak 64% pada tahun 2025 dan telah bertambah 10% sejak awal tahun. 

Baca Juga: Harga Perak Meledak ke US$ 95: Potensi ke Level US$ 300 di 2026, Siap Cuan?

Kenaikan harga logam mulia ini juga didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS, yang mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026, sementara fokus meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Trump dapat menunjuk ketua Federal Reserve baru paling cepat minggu depan.

"US$ 4.800 dan US$ 4.900 adalah titik acuan yang jelas berikutnya (untuk emas), dengan level kunci $5.000 menonjol sebagai target psikologis jangka panjang," tambah Razaqzada.

Selanjutnya: 12 Camilan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?

Menarik Dibaca: 12 Camilan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?