Makin Luas, Wabah Ebola di Kongo Menyebar ke Dua Provinsi



KONTAN.CO.ID - DAKAR. Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menyebar ke dua provinsi timur laut lainnya, Haut-Uele dan Tshopo, menurut laporan institut kesehatan masyarakat Kongo dalam laporan terbarunya seperti dilansir Reuters, Senin (13/7/2026)..

Data resmi per Minggu (12/7/2026) menunjukkan, jumlah kasus Ebola yang dikonfirmasi di seluruh negeri meningkat menjadi 1.926, termasuk 702 kematian. Empat kasus tercatat di Tshopo, termasuk dua kematian, dengan satu kematian dikonfirmasi di Haut-Uele, hingga Sabtu.

Wabah Ebola terbaru, yang ke-17 di Kongo, diumumkan pada 15 Mei dan sebagian besar terkonsentrasi di provinsi Ituri, dengan kasus juga dilaporkan di provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.


Baca Juga: DBS Jadi Saham Pertama di Singapura dengan Kapitalisasi Pasar Tembus S$200 Miliar

Penyakit virus yang seringkali fatal ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang atau hewan yang terinfeksi dan menyebabkan gejala yang dapat meliputi demam tinggi, muntah, dan pendarahan internal dan eksternal.

Reuters melaporkan pada akhir Juni bahwa otoritas kesehatan Kongo telah mulai melacak orang-orang yang berpotensi terpapar Ebola di Tshopo dan Haut-Uele, tetapi hingga saat ini kedua provinsi tersebut belum dimasukkan dalam laporan harian pemerintah.

"Meskipun investigasi saat ini menunjukkan bahwa semua kasus yang terdeteksi di dua provinsi ini sebagian besar diimpor dari Niania di Ituri, perlu dan tepat ... untuk menganggap kedua provinsi ini sebagai zona epidemi," kata Institut Kesehatan Masyarakat Nasional dalam laporannya tertanggal 11 Juli.

Ibu kota provinsi Tshopo adalah Kisangani, salah satu kota terbesar di Kongo. Haut-Uele berbatasan dengan Sudan Selatan dan Republik Afrika Tengah.

Baca Juga: Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Dihukum 2 Tahun Penjara

Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa skala sebenarnya dari wabah tersebut bisa dua hingga empat kali lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh data resmi karena empat dari lima kasus Ebola baru tidak memiliki hubungan yang diketahui dengan pasien yang sudah ada.