KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas untuk memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia. Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi nasional. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengatakan terdapat lima sektor penting yang perlu didorong untuk memaksimalkan bonus demografi. Kelima sektor tersebut meliputi industri manufaktur dan hilirisasi, industri padat karya berorientasi ekspor, pertanian modern dan ekonomi kelautan, ekonomi hijau, serta ekonomi digital dan jasa modern.
Baca Juga: Gempa Flores M7,7 Picu 1.624 Gempa Susulan, BMKG Ungkap Perkembangan Terbaru “Dari segi ketenagakerjaan, terdapat beberapa sektor yang penting antara lain industri manufaktur dan hilirisasi, industri padat karya berorientasi ekspor, pertanian modern, ketahanan pangan, serta ekonomi kelautan, ekonomi hijau, dan ekonomi digital dan jasa modern,” ujar Anwar kepada Kontan. Untuk sektor manufaktur dan hilirisasi, Anwar menyebut sejumlah industri yang dapat menjadi sumber penciptaan pekerjaan. Di antaranya pengolahan pangan, agroindustri, hasil laut, otomotif, elektronik, permesinan, farmasi dan alat kesehatan, hingga pengolahan mineral menjadi produk dengan nilai tambah tinggi. Menurutnya, pengembangan industri tersebut penting karena hilirisasi tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga dapat memperluas kebutuhan tenaga kerja apabila rantai industrinya berkembang. Sektor kedua yang perlu diperkuat adalah industri padat karya berorientasi ekspor. Beberapa di antaranya tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri kreatif. Namun, pengembangan industri padat karya perlu tetap diikuti modernisasi teknologi dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Dengan demikian, ekspansi industri tidak hanya memperbesar jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan. Selanjutnya, pemerintah perlu mendorong pertanian modern, ketahanan pangan, dan ekonomi kelautan. Anwar melihat sektor tersebut memiliki rantai nilai yang panjang, mulai dari produksi, pengolahan, logistik hingga pemasaran.
Baca Juga: Bonus Demografi Bisa Jadi Ancaman, Pemerintah Harus Agresif Buka Lapangan Kerja Panjanganya rantai nilai tersebut membuka peluang penciptaan pekerjaan di berbagai tahapan, sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Sektor keempat yang dinilai strategis adalah ekonomi hijau. Peluang pekerjaan dapat berkembang melalui energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, hingga konstruksi hijau. Sementara itu, sektor kelima adalah ekonomi digital dan jasa modern. Sektor ini mencakup teknologi informasi, logistik, jasa keuangan, industri kreatif, pariwisata, layanan kesehatan, hingga ekonomi perawatan. Meski demikian, Anwar mengingatkan pertumbuhan sebuah sektor tidak otomatis menghasilkan pekerjaan berkualitas. Salah satu tantangannya adalah memastikan investasi yang masuk, termasuk investasi padat modal, memiliki keterkaitan dengan industri pemasok, UMKM, dan tenaga kerja lokal. “Investasi yang padat modal perlu dihubungkan dengan industri pemasok, UMKM, dan tenaga kerja lokal. Dengan begitu, hilirisasi tidak berhenti pada pembangunan pabrik, tetapi membentuk rantai nilai yang menciptakan lebih banyak pekerjaan dan transfer kompetensi,” jelasnya. Menurut Anwar, keterhubungan tersebut penting agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan terbentuknya rantai pasok di sekitar industri, kebutuhan tenaga kerja juga dapat meningkat dan kompetensi pekerja lokal dapat berkembang. Dari sisi ketenagakerjaan, Kemnaker juga memiliki peran untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor tersebut dapat dipenuhi. Pemerintah perlu memetakan jenis pekerjaan yang tumbuh, kompetensi yang dibutuhkan, hingga lokasi kebutuhan tenaga kerja.
Anwar mengatakan hasil pemetaan tersebut kemudian perlu dihubungkan dengan program pelatihan, pemagangan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja.
Baca Juga: Bonus Demografi di Puncak, CORE Ungkap Syarat agar Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dengan pendekatan tersebut, Anwar menilai bonus demografi diharapkan tidak hanya menghasilkan jumlah angkatan kerja yang besar, tetapi juga tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News