KONTAN.CO.ID - Pusat perbelanjaan Aeon Kumamoto di Jepang selatan yang hancur akibat ledakan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 pada Selasa (28/7) ternyata baru dibuka kembali bulan lalu sebagai simbol kebangkitan wilayah tersebut, satu dekade setelah gempa mematikan pada 2016. Mengutip
Reuters, mal tersebut mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada April 2016.
Baca Juga: Visa PHK Sekitar 2.600 Karyawan, Pangkas 7% Tenaga Kerja demi Efisiensi Bangunan itu harus ditutup selama berbulan-bulan dan menjalani proses pembangunan kembali dalam waktu yang panjang. Dalam proyek renovasi dan perluasan yang dimulai pada 2017, pengelola memasang langit-langit tahan gempa serta meningkatkan berbagai aspek keselamatan dan ketahanan bangunan. Sejak pabrik produsen chip Taiwan, TSMC, mulai beroperasi di Kumamoto pada 2024, jumlah pengunjung Aeon Kumamoto meningkat hingga lebih dari 8 juta orang per tahun. Kompleks tersebut menampung sekitar 200 toko, bioskop, dan area parkir berkapasitas 5.000 kendaraan. Namun, setelah gempa pada Selasa sore, sebagian besar bangunan berubah menjadi puing-puing. Sejumlah orang dikhawatirkan tewas atau masih terjebak di dalam gedung.
Baca Juga: Gempa M 7,1 Jepang Picu Kebakaran dan Ledakan Mal AEON, Ratusan Ribu Warga Mengungsi Polisi Kumamoto menyatakan proses pencarian dan penyelamatan belum dapat dilakukan karena gempa susulan masih berpotensi terjadi dan kondisi struktur bangunan dinilai sangat berbahaya. Pusat gempa diketahui berada hanya beberapa kilometer dari lokasi mal. Juru bicara Aeon mengatakan, para karyawan segera membantu mengevakuasi pengunjung begitu gempa terjadi. Otoritas setempat menyebut sekitar 200 orang berhasil diarahkan keluar gedung dengan selamat. Sekitar satu jam kemudian, ledakan besar menghancurkan dinding bangunan dan memperlihatkan rangka utama gedung. NHK melaporkan sekitar 20 hingga 30 karyawan masih belum diketahui keberadaannya, sementara sejumlah saksi mengaku mencium bau gas sebelum ledakan terjadi. Di berbagai kota kecil di Jepang, pusat perbelanjaan Aeon selama ini menjadi pusat aktivitas belanja dan hiburan masyarakat.
Baca Juga: Coca-Cola Naikkan Proyeksi Kinerja 2026 Usai Penjualan Kuartal II Lampaui Ekspektasi Setelah gempa Kumamoto pada 2016, supermarket di dalam mal tersebut bahkan menjual nasi kepal onigiri seharga hanya 10 yen per buah untuk membantu meringankan beban para penyintas. Pembukaan kembali Aeon Kumamoto pada 13 Juni 2026 sebelumnya dimaksudkan sebagai awal baru bagi kawasan tersebut. "Dalam peringatan 21 tahun sejak pembukaan dan 10 tahun pemulihan kawasan dari gempa 2016, kami melakukan pembaruan besar terhadap pusat perbelanjaan ini," tulis Aeon Kumamoto dalam siaran pers saat peresmian kembali. "Melalui inisiatif 're-start' ini, kami memasuki tahap pertumbuhan baru dan berupaya menjadi pusat perbelanjaan yang menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat di seluruh wilayah."