KONTAN.CO.ID - Pemerintah Malaysia mengumumkan sejumlah langkah untuk mengatasi gangguan pasokan energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, dengan peringatan bahwa persediaan energi negara itu hanya cukup hingga akhir Mei. "Meski pemerintah menjamin pasokan stabil untuk April dan Mei, tantangan terbesar adalah bagaimana memenuhi kebutuhan energi mulai Juni nanti," kata Menteri Ekonomi Akmal Nasir dalam pengumuman yang disiarkan televisi dilansir dari Reuters pada Selasa (7/4/2026). Baca Juga: Trump Manfaatkan Misi Penyelamatan Pilot untuk Ubah Narasi Perang Iran
- Dukungan bank sentral bagi perusahaan yang terdampak kekurangan bahan bakar, seiring upaya pemerintah dan Petronas untuk mendiversifikasi sumber energi, memperkuat kerja sama dengan negara perdagangan, dan mengamankan pasokan produksi.
- Pemanfaatan data untuk lebih baik dalam mengidentifikasi, mendeteksi, dan merespons tekanan pada sektor yang paling terdampak konflik.
- Jalur akses khusus untuk menangani kekurangan obat-obatan kritis dan peralatan medis.
- Lebih dari dua pertiga responden memperkirakan kekurangan bahan baku dalam empat minggu ke depan.
- 8% perusahaan hanya memiliki stok bahan penting kurang dari dua minggu.
- Hampir setengah responden mengurangi produksi atau menangguhkan lini produk, sementara 51,8% mengalami keterlambatan pengiriman.