KONTAN.CO.ID – KUALA LUMPUR. Malaysia memperbarui rencana aksi efisiensi energi untuk periode 10 tahun hingga 2035. Program tersebut ditargetkan menghasilkan penghematan energi sekaligus menghemat biaya sekitar US$21,5 miliar. Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air Malaysia mengatakan, pembaruan National Energy Efficiency Action Plan (NEEAP) menargetkan penurunan permintaan energi sebesar 11,6% hingga 2035 dibandingkan proyeksi tanpa kebijakan tambahan.
Baca Juga: Peso Filipina Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terbesar pada Selasa (11/8) Berdasarkan rencana tersebut, penghematan energi secara kumulatif diperkirakan mencapai 815.382 terajoule. Penghematan tersebut setara dengan pengurangan emisi sekitar 26,1 juta ton setara karbon dioksida (CO2e). Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasir mengatakan, program efisiensi energi sebelumnya yang berlangsung pada 2016-2025 berhasil melampaui target. Program NEEAP pertama menghasilkan penghematan listrik sebesar 60.886 gigawatt-jam (GWh) atau sekitar RM16,1 miliar (US$3,9 miliar). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 52.233 GWh. Penghematan tersebut juga diperkirakan mengurangi emisi sekitar 35,6 juta ton CO2e, kata Akmal saat peluncuran rencana baru.
Baca Juga: Bank Sentral China Hentikan Suntikan Likuiditas Harian, Pertama Kali Sejak Juni Permintaan Listrik Meningkat Malaysia terus mendorong perusahaan dan investor untuk meningkatkan keberlanjutan energi. Langkah tersebut menjadi semakin penting karena permintaan listrik diperkirakan meningkat signifikan seiring pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Malaysia saat ini menjadi salah satu pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Negara tersebut telah menarik investasi bernilai miliaran dolar dari perusahaan teknologi global, termasuk Amazon dan Microsoft.
Peningkatan kebutuhan listrik dari pusat data dan infrastruktur AI menjadi tantangan bagi Malaysia untuk menjaga ketahanan pasokan energi sekaligus memenuhi target pengurangan emisi.
Baca Juga: Jeff Bezos Incar Saham Liverpool, Seberapa Besar Kekayaan Pendiri Amazon? Pada 2023, Malaysia juga mengesahkan undang-undang yang mewajibkan konsumen energi terbesar menerapkan langkah-langkah penghematan energi. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Malaysia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 45% di seluruh perekonomian pada 2030 serta mencapai
net zero emission pada 2050.