KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Malindo Feedmill Tbk (
MAIN) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada kuartal I-2026. Kenaikan penjualan dan laba bersih ditopang oleh stabilitas harga ayam DOC dan broiler serta peningkatan penjualan segmen pakan ternak. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan bersih MAIN naik 16,61% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3,67 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 3,17 triliun.
Pertumbuhan penjualan tersebut terutama didorong oleh segmen pakan ternak yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Penjualan pakan ternak tercatat meningkat 10,92% yoy menjadi Rp 2,1 triliun. Selain itu, segmen ayam pedaging turut memberikan kontribusi signifikan dengan nilai penjualan mencapai Rp 808,38 miliar. Sementara itu, penjualan anak ayam dan itik usia sehari atau DOC/DOD menyumbang Rp 622,42 miliar.
Baca Juga: Malindo Feedmill (MAIN) Lanjut Ekspansi Pabrik dan Peternakan pada 2026 Adapun penjualan makanan olahan tercatat sebesar Rp 40,52 miliar dan penjualan lain-lain mencapai Rp 124,8 miliar. Dari sisi profitabilitas, MAIN berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang signifikan. Laba bersih perusahaan melonjak dari Rp 62,89 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp 123,27 miliar pada kuartal I-2026. Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan laba kotor yang meningkat 22,79% yoy menjadi Rp 402,73 miliar, dibandingkan Rp 327,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Manajemen MAIN menyebut, peningkatan kinerja ini didukung oleh harga ayam DOC dan broiler yang relatif stabil sejak awal tahun. Stabilitas harga tersebut membantu menjaga margin keuntungan perusahaan di tengah dinamika industri peternakan. Untuk menjaga pertumbuhan bisnis ke depan, Malindo Feedmill terus melakukan berbagai langkah efisiensi operasional. Salah satu strategi yang dijalankan adalah pengembangan penggunaan energi terbarukan melalui pembangunan panel surya.
"Untuk operasional yang sekarang terkait dengan energi, kita sudah melakukan konversi beberapa energi yang kita gunakan, menjadi solar cell," kata Direktur MAIN Rudy Hartono dalam paparan publik, Senin (25/5/2026). Selain fokus pada efisiensi energi, perseroan juga memanfaatkan potensi pertumbuhan permintaan domestik serta membuka peluang ekspor. MAIN turut mempercepat digitalisasi dan meningkatkan produktivitas operasional guna memperkuat daya saing perusahaan di industri pakan ternak dan peternakan nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News