MAMI Perkuat Bisnis Lewat Pencapaian Kinerja dan Akuisisi Schroders Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah dinamika pasar menjadi pijakan bagi para manajer investasi untuk terus memperkuat daya saing, kinerja industri pengelolaan investasi yang tetap tumbuh  Tercermin dari capaian PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Enam tahun terakhir sejak 2020, MAMI berhasil mempertahankan posisi terdepan di industri melalui pertumbuhan dana kelolaan. Baik di segmen ritel maupun institusi. Hingga akhir 2025, total dana kelolaan alias asset under management (AUM) MAMI mencapai Rp124,3 triliun, dengan pangsa pasar sekitar 11,9% dari industri.

MAMI juga tercatat sebagai pengelola reksa dana terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan reksa dana mencapai Rp 63 triliun per Desember 2025 atau sekitar 9,3% pangsa pasar. Saat ini, MAMI mengelola 37 produk reksa dana dan 72 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dipasarkan melalui berbagai jalur distribusi.


Jumlah investor pun terus bertumbuh hingga mencapai 2,6 juta investor, setara dengan sekitar 12,8% dari total investor reksa dana nasional.

Terkait kinerja tersebut, pada ajang Best of the Best Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Asia Asset Management di Hong Kong, MAMI mempertahankan predikat Best Asset Management Company untuk ke-10 kali.

Baca Juga: BRI Permudah Tebus Gadai Pegadaian Lewat Aplikasi Digital

Perusahaan ini kembali meraih penghargaan *Best Bond Manager untuk ketiga kali  secara berturut-turut, serta penghargaan CEO of the Year yang dianugerahkan kepada Afifa, CEO dan Presiden Direktur MAMI. 

"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara manajemen risiko yang kuat dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten,” ujar Afifa, dalam rilis ke Kontan.co.id, Selasa (14/4). 

Dari sisi strategi, MAMI terus memperkuat fondasi internal melalui budaya kerja kolaboratif dan pengembangan talenta. Sementara dari sisi eksternal, perusahaan aktif memperluas jaringan distribusi, meningkatkan kapabilitas, serta mendorong edukasi investasi kepada masyarakat.

Founder dan Publisher Asia Asset Management, Tan Lee Hock, menilai MAMI menunjukkan kepemimpinan yang kuat melalui produk dan layanan yang komprehensif.

Ia juga menyoroti rampungnya akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia oleh MAMI pada Maret 2026 sebagai langkah strategis yang akan memperkuat pertumbuhan perusahaan ke depan.

 Afifa menjelaskan, akuisisi ini bukan sekadar untuk memperbesar skala bisnis, tetapi juga untuk memperkuat kapabilitas dalam menghadirkan solusi investasi yang lebih berkualitas.

“Dengan menggabungkan talenta dan keahlian kedua entitas, kami ingin membuka babak baru dalam memberikan dampak yang lebih luas bagi investor,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News