Manchester City Bersalah, Premier League Ungkap Pelanggaran Keuangan 9 Musim



KONTAN.CO.ID - Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League selama sembilan musim. Sanksi belum ditentukan.

Keputusan tersebut diumumkan Premier League setelah Komisi Independen menyelesaikan proses pemeriksaan terhadap kasus Manchester City yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (29/9), Premier League menyebut Komisi Independen menemukan bahwa Manchester City menggunakan sejumlah kesepakatan komersial yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.


Penyelidikan Premier League terhadap Manchester City dimulai pada Desember 2018. Premier League kemudian secara resmi mengajukan pengaduan berdasarkan Section W aturan liga pada Februari 2023.

Komisi Independen menggelar persidangan selama 42 hari yang berakhir pada Desember 2024.

Lamanya proses hingga keputusan diumumkan antara lain disebabkan banyaknya dokumen dan bukti yang harus diperiksa. Komisi menyebut transkrip kesaksian para saksi dan ahli saja mencapai sekitar 7.000 halaman.

Baca Juga: Kisah Rui Pinto, Hacker di Balik Terbongkarnya Kasus Manchester City

Manipulasi Pendapatan dan Pengeluaran

Salah satu temuan utama Komisi Independen berkaitan dengan kesepakatan komersial Manchester City.

Premier League menyebut City menggunakan sejumlah kontrak yang dianggap "sham", yakni kesepakatan yang tidak menggambarkan perjanjian sebenarnya antara pihak-pihak yang terlibat.

Dalam skema tersebut, sejumlah perusahaan sponsor hanya membayar sebagian dari nilai kesepakatan. Sisa pembayaran disebut berasal dari Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), perusahaan yang memiliki Manchester City.

Komisi Independen juga menemukan pengaturan lain yang membuat pengeluaran operasional Manchester City terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya.

Premier League menyebut berbagai skema tersebut membuat pendapatan City terlihat lebih tinggi dan biaya lebih rendah dengan nilai lebih dari £900 juta selama periode yang diperiksa.

Komisi Independen menemukan Manchester City melanggar aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) milik Premier League serta aturan lisensi klub dan Financial Fair Play (FFP) UEFA.

Premier League menyatakan, jika seluruh kesepakatan tersebut dilaporkan secara benar dalam laporan keuangan klub, Manchester City akan melampaui batas pengeluaran yang diperbolehkan oleh Premier League dan UEFA dalam jumlah yang sangat besar.

Baca Juga: Kasus Manchester City dan Negreira Barcelona, Mengapa Hukumannya Berbeda?

Tidak Kooperatif dalam Proses Penyelidikan

Selama penyelidikan yang berlangsung sekitar empat tahun, Manchester City juga dinyatakan melanggar kewajiban untuk bekerja sama dengan Premier League.

Dari empat dugaan pelanggaran terkait kerja sama dengan penyelidikan, tiga dinyatakan terbukti.

Komisi Independen menyimpulkan bahwa Manchester City melakukan berbagai upaya untuk menghentikan dan menghambat proses penyelidikan Premier League.

CEO Premier League Richard Masters mengatakan keputusan tersebut menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode yang diperiksa.

"Keputusan utama ini menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut. Ini menjelaskan bagaimana klub secara sistematis melanggar aturan Premier League selama hampir satu dekade," kata Masters.

Baca Juga: Kasus Manchester City Bikin Aturan Kepemilikan Klub Premier League Disorot

Manchester City Belum Dijatuhi Hukuman

Meski Komisi Independen telah menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran yang diperiksa, proses hukum kasus ini belum selesai.

Sanksi akan dibahas dalam sidang terpisah bersama Komisi Independen. Premier League menyatakan sidang tersebut akan berlangsung secara tertutup dan hasilnya baru dapat dipublikasikan ketika aturan memungkinkan.

Komisi Independen memiliki sejumlah pilihan sanksi berdasarkan aturan Premier League. Sanksi tersebut dapat mencakup denda, pengurangan poin, hingga hukuman olahraga lainnya.

Karena itu, belum ada keputusan mengenai hukuman apa yang akan diterima Manchester City.

Selain itu, Manchester City memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan Komisi Independen. Klub memiliki waktu hingga Jumat, 2 Oktober 2026 untuk menggunakan hak tersebut.

Premier League menyatakan proses keseluruhan, termasuk kemungkinan banding dan publikasi keputusan terkait, akan diselesaikan secepat mungkin.

Baca Juga: Manchester City Dilaporkan Bersalah atas 114 dari 115 Dugaan Pelanggaran Keuangan