Manchester City Hadapi Sanksi Berat, Mantan Bos: Direksi Harus Mundur



KONTAN.CO.ID – LONDON. Manchester City menghadapi tekanan baru setelah sebuah komisi independen menyatakan klub tersebut terbukti melakukan pelanggaran finansial serius di kompetisi Premier League.

Mantan Chairman Manchester City, David Bernstein, menilai jajaran direksi klub seharusnya mengundurkan diri menyusul keputusan tersebut. Bernstein bahkan menggambarkan kondisi yang dihadapi klub sebagai sesuatu yang "sangat buruk".

Pada Selasa (29/9/2026), Premier League menyatakan Manchester City menggunakan kontrak komersial "palsu" sebagai bagian dari skema untuk menggelembungkan pendapatan dan mengecilkan biaya dengan nilai lebih dari £900 juta atau sekitar US$1,19 miliar selama hampir satu dekade.


Manchester City membantah melakukan pelanggaran tersebut. Dalam pernyataannya, klub menyatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan komisi independen tersebut.

Bernstein menyampaikan pandangannya mengenai posisi jajaran direksi Manchester City setelah pengumuman tersebut.

Baca Juga: AS Tinggalkan Irak, Tapi Kendali Pendapatan Minyak Masih di Tangan Washington

"Saya benar-benar tidak bisa membayangkan hukuman yang cukup berat untuk ini. Maksud saya, ini benar-benar buruk. Saya ingin mengangkat pertanyaan lain, yaitu mengenai posisi dewan direksi," ujar Bernstein kepada talkSPORT setelah pengumuman tersebut.

"Karena para direktur klub, termasuk chief executive yang telah berada di sana selama bertahun-tahun dan melewati periode ini, bertanggung jawab atas pengelolaan klub dalam segala hal," katanya.

"Dan lagi, jika ini adalah perusahaan publik, saya pikir para direktur dengan sesuatu yang seserius ini harus mengundurkan diri atau ditangguhkan sementara menunggu hasil dari seluruh proses ini ... apakah ada banding atau tidak," lanjutnya.

"Saya tidak berpikir manajemen saat ini dapat terus menjalankan klub secara kredibel," katanya.

Manchester City belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang disampaikan di luar jam kerja normal.

Manchester City Belum Dijatuhi Sanksi

Hingga saat ini, belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada Manchester City. Klub tersebut memiliki waktu hingga Jumat untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Sanksi yang dapat dijatuhkan kepada Manchester City berpotensi beragam, mulai dari denda dan pengurangan poin hingga degradasi dari Premier League.

Namun, proses hukum dan banding tersebut diperkirakan masih dapat berlangsung selama beberapa bulan.

Bernstein berharap proses penyelesaian kasus tersebut tidak berlarut-larut. Menurut dia, proses yang berlangsung terlalu lama justru akan memberikan dampak buruk bagi semua pihak.

"Jika ini berlarut-larut selama satu atau dua tahun, semoga tidak terjadi, itu akan menjadi hal terburuk bagi semua orang," kata Bernstein.

Bernstein merupakan pendukung Manchester City seumur hidup. Ia menjabat sebagai chairman klub pada 1998 hingga 2003 dan turut mengawasi perjalanan Manchester City kembali ke Premier League setelah sebelumnya bermain di kasta ketiga sepak bola Inggris.

Baca Juga: Harga Minyak Naik setelah Trump Batah Bersedia Melonggarkan Sanksi Terhadap Iran

Bernstein Nilai Denda Saja Tidak Cukup

Bernstein juga menilai hukuman berupa denda finansial saja tidak akan cukup apabila seluruh tuduhan terhadap Manchester City pada akhirnya dinyatakan terbukti dan keputusan tersebut bertahan setelah proses banding.

"Yang ingin saya katakan adalah bahwa uang atau denda saja sekarang tidak cukup," terangnya.

"Jika tuduhan-tuduhan ini tetap berlaku dan katakanlah banding tidak dilakukan atau gagal, maka saya khawatir bagi klub yang saya cintai, mereka harus keluar dari Premier League. Ini benar-benar sangat buruk," ungkapnya.

Kasus pelanggaran finansial Manchester City menjadi salah satu perkara terbesar yang pernah dihadapi klub tersebut. Keputusan mengenai bentuk sanksi dan hasil proses banding akan menentukan konsekuensi lebih lanjut bagi klub di kompetisi sepak bola Inggris.