Manchester City Masih Menunggu Putusan Kasus 115 Pelanggaran Finansial



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian masih menyelimuti Manchester City setelah proses pengambilan keputusan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League berjalan lebih lama dari perkiraan.

Chief Executive Officer (CEO) Premier League Richard Masters mengakui adanya rasa frustrasi yang semakin besar akibat belum keluarnya putusan atas kasus yang melibatkan klub berjuluk The Citizens tersebut.

Manchester City menghadapi 115 tuduhan dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Klub asal Manchester itu telah didakwa sejak Februari 2023 dan secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut.


Masters mengatakan, Premier League tidak dapat memberikan perkembangan terbaru mengenai proses maupun waktu pengumuman putusan karena seluruh tahapan kasus masih bersifat rahasia.

Baca Juga: Bagi Cuan Ke Pemegang Saham, SK Hynix Menyiapkan Program Buyback Saham

"Aturan kami sangat jelas mengenai hal itu - saya harus menjaga semuanya tetap rahasia sampai kami siap mengeluarkan keputusan dan menjelaskannya," kata Masters kepada Sky News.

"Saya tidak dapat memberikan informasi terbaru mengenai waktu atau apa yang sedang terjadi," lanjutnya.

Menurut Masters, satu-satunya langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah membiarkan proses hukum dan investigasi berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

"Hanya ada satu jalan yang tersedia dalam hal ini, yaitu membiarkan proses berjalan sampai selesai," ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa proses tersebut telah berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

"Proses ini memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, dan saya memahami rasa frustrasinya," kata Masters.

Manchester City Memulai Era Baru

Ketidakpastian mengenai kasus finansial tersebut berlanjut ketika Manchester City memasuki babak baru dalam sejarah klub.

Baca Juga: Samsung Naikkan Harga Jasa Chip hingga 15% di Tengah Lonjakan Permintaan AI

City kini bersiap menjalani musim baru di bawah pelatih Enzo Maresca, mantan manajer Chelsea, setelah Pep Guardiola meninggalkan klub pada akhir musim lalu.

Guardiola mengakhiri masa kepemimpinannya setelah satu dekade menangani Manchester City. Selama periode tersebut, ia membawa klub meraih enam gelar Premier League, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, serta berbagai trofi lainnya.

Pergantian pelatih tersebut menandai berakhirnya salah satu era tersukses dalam sejarah Manchester City. Namun, di saat yang sama, klub masih harus menghadapi ketidakpastian terkait proses dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League.

Manchester City dijadwalkan mengawali perjalanan mereka di Premier League dengan pertandingan kandang melawan Bournemouth pada Minggu.

Hasil putusan atas 115 tuduhan tersebut berpotensi menjadi salah satu isu penting yang membayangi perjalanan Manchester City di tengah dimulainya era baru setelah kepergian Guardiola.