Manchester City Terancam Degradasi, Ini Potensi Sanksi Kasus FFP



KONTAN.CO.ID - Manchester City menghadapi ancaman sanksi berat setelah dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan pelanggaran aturan finansial atau Financial Fair Play (FFP) di kompetisi English Premier League dalam periode 2009 hingga 2018.

Meski masih berupaya membuktikan diri tidak bersalah dan telah mengajukan banding, laporan terbaru menyebut Manchester City berpotensi mendapatkan hukuman dalam tiga bagian.

Sanksi tersebut bahkan bisa membuat The Citizens terdegradasi dari Premier League. Namun, skenario terburuk berupa pengusiran Manchester City hingga League Two dinilai kecil kemungkinan terjadi.


Baca Juga: PM Inggris Terseret Kasus Manchester City, Kerja Sama Masa Lalu Jadi Sorotan

Potensi Sanksi Manchester City

Menurut laporan Oliver Holt untuk The Daily Mail, pihak-pihak yang mengetahui kasus tersebut menilai Manchester City kemungkinan besar akan mendapatkan hukuman dalam tiga bagian.

Sanksi pertama berupa pengurangan poin dalam jumlah besar yang dapat membuat Manchester City terdegradasi dari Premier League, disertai denda dengan nilai yang juga sangat besar.

Selain itu, Manchester City berpotensi mendapatkan pengurangan poin tambahan. Hukuman tersebut dapat membuat klub harus menjalani setidaknya satu musim tambahan di Championship.

Skenario yang paling mungkin menurut laporan tersebut bukan hanya Manchester City terdegradasi, tetapi juga menghadapi konsekuensi tambahan setelah turun kasta.

Baca Juga: Nasib Man City Makin Tak Pasti, Pengacara Sebut Banding Bakal Sulit Menang

Manchester City Bisa Dikeluarkan dari Liga?

Selain hukuman pengurangan poin dan denda, terdapat skenario yang jauh lebih ekstrem, yakni Manchester City dikeluarkan dari kompetisi hingga harus bermain di League Two atau kasta di bawahnya.

Skenario tersebut disebut sebagai "doomsday scenario". Meski demikian, laporan tersebut menilai kemungkinan hukuman ekstrem ini kecil.

Pengusiran Manchester City hingga League Two dinilai dapat menciptakan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Premier League maupun English Football League (EFL).

Karena itu, hukuman berupa pengurangan poin besar yang berujung degradasi dianggap lebih mungkin dibandingkan mengeluarkan Manchester City dari sistem kompetisi.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?

Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City

Pada awal 2023, Premier League membawa Manchester City ke komisi independen atas dugaan pelanggaran aturan finansial yang dilakukan klub antara 2009 hingga 2018.

Proses persidangan berlangsung selama enam pekan pada akhir 2024. Dalam putusan yang kemudian keluar, Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan yang diajukan.

Manchester City tetap membantah melakukan pelanggaran dan mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Sembari menunggu proses banding, aktivitas klub di lapangan tetap berjalan seperti biasa.

Manchester City bahkan menghabiskan lebih dari 400 juta poundsterling untuk merekrut pemain pada bursa transfer musim panas.

Baca Juga: Kisah Rui Pinto, Hacker di Balik Terbongkarnya Kasus Manchester City