KONTAN.CO.ID - Posisi Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United semakin tertekan setelah timnya menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, Minggu (25/10/2026). Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Setan Merah dan memicu kekecewaan suporter. Carrick mengaku tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Namun, ia tidak memberikan jaminan akan tetap menangani Manchester United pada pekan berikutnya ketika ditanya mengenai masa depannya.
Baca Juga: Ekspor Gas Indonesia Dipangkas, Singapura Siapkan Pasokan LNG dan Energi Nuklir "Tentu saja, saya bertanggung jawab. Apa pun yang terjadi terkait hasil pertandingan, baik menang, kalah, maupun imbang, tanggung jawab itu ada pada saya," ujar Carrick dilansir dari
Reuters. Saat ditanya apakah dirinya memperkirakan bakal dipecat dalam beberapa hari ke depan, Carrick mengaku memahami situasi yang dihadapinya. "Saya sepenuhnya memahami situasinya. Sejujurnya, saya tidak mengharapkan sesuatu secara khusus. Saya tetap menjalankan tugas seperti biasa dan mencintai tempat ini," katanya. Carrick membawa Manchester United finis di posisi ketiga pada musim lalu setelah menggantikan Ruben Amorim. Namun, performa timnya merosot pada musim ini. Manchester United hanya meraih dua kemenangan dalam 12 pertandingan di seluruh kompetisi. Di Liga Inggris, Manchester United juga belum meraih kemenangan sejak mengalahkan tim promosi Ipswich Town pada 30 Agustus lalu.
Baca Juga: Wall Street Hadapi Pekan Krusial, Laporan Big Tech dan The Fed Jadi Penentu Kekalahan dari Bournemouth membuat Manchester United mengoleksi tujuh poin dari delapan pertandingan liga. Mereka hanya unggul satu poin dari zona degradasi, sekaligus mencatatkan perolehan poin terburuk pada tahap musim ini sejak 1986/1987. Suporter kecewa, pemain disorot Tekanan terhadap Carrick semakin terasa sepanjang pertandingan. Sebelum turun minum, suporter membentangkan spanduk besar bertuliskan "Standards" dengan gambar sejumlah legenda klub, yakni Eric Cantona, Roy Keane, dan Bryan Robson. Sebagian suporter justru memberikan dukungan kepada Carrick dengan menyanyikan namanya. Namun, setelah pelatih berusia 45 tahun itu meninggalkan lapangan, sorakan tersebut berganti menjadi cemoohan yang diarahkan kepada para pemain. Mantan pemain sayap Manchester United, Ashley Young, menilai penampilan tim menunjukkan kurangnya kekompakan di lapangan.
Baca Juga: Prancis Memanas! Ratusan Ribu Orang Turun ke Jalan, Buruh Ancam Mogok Nasional "Para penggemar mendukungnya karena dia adalah legenda klub sepak bola ini. Namun, para pemain di lapangan tidak menunjukkan apa pun. Mereka tidak berlari dan tidak terlihat seperti sebuah tim yang kompak," ujar Young dalam siaran Sky Sports. Menurut Young, penampilan tersebut menimbulkan kesan bahwa para pemain sudah menyerah menghadapi situasi yang ada. Kekalahan itu juga diwarnai sejumlah kesalahan mendasar. Gol ketiga Bournemouth menjadi gambaran rapuhnya pertahanan Manchester United. Setelah kehilangan bola di area depan, kiper Senne Lammens keluar dari kotak penalti, tetapi salah memperkirakan arah bola panjang. Evanilson kemudian melepaskan bola lambung ke gawang yang sudah kosong. Bruno Fernandes dicadangkan Keputusan Carrick mencadangkan kapten Bruno Fernandes turut menjadi sorotan. Gelandang asal Portugal itu tidak masuk susunan pemain utama, empat hari setelah secara terbuka mengkritik taktik Manchester United menyusul kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions. Sebelum pertandingan, Carrick menegaskan bahwa keputusannya mencadangkan Fernandes murni didasarkan pada pertimbangan sepak bola.
Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan di Yaman Usai Operasi Kanker Paru-Paru Namun, kamera televisi beberapa kali menangkap ekspresi kekecewaan sang gelandang ketika Manchester United kesulitan menghadapi Bournemouth. Harry Maguire, yang mengenakan ban kapten dalam pertandingan tersebut, menegaskan bahwa para pemain tetap mendukung Carrick. "Kami sepenuhnya mendukung Michael Carrick. Ketika datang ke tim pada musim lalu, dia berhasil membalikkan keadaan dan membawa kami mendapatkan sepak bola Liga Champions musim ini. Sebagai individu, kami tidak bermain cukup baik," kata Maguire. Carrick mengakui bahwa kekalahan tersebut menjadi momen yang sulit, terlebih di tengah dukungan suporter yang masih diterimanya. Ia juga membantah anggapan bahwa gesturnya kepada suporter setelah pertandingan merupakan bentuk perpisahan. "Tidak, bukan itu maksud saya. Itu hanya bentuk apresiasi kepada para penggemar dan dukungan yang mereka berikan kepada saya," ujarnya.
Mantan bek Manchester United Gary Neville menilai, nyanyian dukungan suporter kepada Carrick bisa mencerminkan keyakinan mereka bahwa masa depan sang pelatih sudah berada di ujung tanduk.
Baca Juga: Uganda Karantina 21 Hari Warga yang Memiliki Riwayat Perjalanan ke Kongo Sementara itu, pelatih Bournemouth Marco Rose turut menyampaikan simpatinya kepada Carrick. "Saya memiliki empati yang besar terhadap rekan-rekan sesama pelatih. Kami hanyalah manusia dan berusaha menjalankan pekerjaan sebaik mungkin. Pada akhirnya, situasi seperti ini tidak pernah mudah," kata Rose.