KONTAN.CO.ID - Manchester United kembali mencatatkan kerugian tahunan pada tahun fiskal 2026. Klub sepak bola asal Inggris tersebut membukukan rugi bersih £43 juta atau sekitar US$ 57,1 juta, sekaligus memperpanjang kerugian menjadi tujuh tahun berturut-turut. Kerugian Manchester United membesar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai £33 juta. Beban biaya terkait perekrutan pemain serta pemecatan mantan pelatih Ruben Amorim turut menekan kinerja keuangan klub.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Capai Level Tercepat dalam Hampir 3,5 Tahun Mengutip
Reuters Rabu (23/9/2026), Manchester United mencatatkan biaya luar biasa sebesar £8,2 juta yang berkaitan dengan kepergian Amorim dan restrukturisasi pada tahun fiskal yang berakhir 30 Juni 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah upaya pemegang saham minoritas sekaligus pimpinan operasional sepak bola Manchester United, miliarder Inggris Jim Ratcliffe, untuk memulihkan profitabilitas klub. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk pengurangan tenaga kerja dan kenaikan harga tiket. Sejak tahun fiskal 2024, Manchester United telah mengakumulasi kerugian hampir £190 juta. Besarnya kerugian juga menjadi perhatian karena klub-klub Liga Premier Inggris harus memenuhi
Profitability and Sustainability Rules (PSR).
Baca Juga: McDonald’s Siapkan US$ 8,5 Miliar untuk Perkuat Franchise hingga 2036 Regulasi tersebut membatasi kerugian klub hingga £105 juta dalam periode tiga tahun, dengan sejumlah pengecualian untuk investasi seperti infrastruktur, akademi, kegiatan amal dan sepak bola wanita. "Kami akan terus mengambil pendekatan yang disiplin untuk memastikan keuangan kami tetap berkelanjutan," kata CEO Manchester United Omar Berrada dalam sebuah pernyataan. Di tengah tekanan tersebut, Manchester United mendapat dorongan dari sisi pendapatan setelah kembali lolos ke Liga Champions musim ini. Lonjakan performa pada akhir musim lalu di bawah asuhan Michael Carrick membantu Manchester United finis di posisi ketiga Liga Premier dan mengamankan tiket ke kompetisi antarklub Eropa tersebut.
Baca Juga: Aktivitas Swasta India Menguat, PMI Manufaktur Capai Level Tertinggi Tujuh Bulan Kembalinya ke Liga Champions membuat Manchester United memproyeksikan rekor pendapatan pada tahun fiskal 2027. Klub memperkirakan pendapatan berada di kisaran £740 juta hingga £760 juta, meningkat dari £677,6 juta pada tahun fiskal 2026. Prospek kenaikan pendapatan tersebut menjadi penting bagi Manchester United untuk memperbaiki kondisi keuangan setelah mencatatkan kerugian selama tujuh tahun berturut-turut. Namun, performa di lapangan pada awal musim ini masih menjadi perhatian. Manchester United berada di posisi ke-12 klasemen Liga Premier dengan lima poin setelah meraih hanya satu kemenangan dari lima pertandingan pertama.