Mandiri: BBM turun, IHSG terkoreksi signifikan



JAKARTA. Mandiri Sekuritas mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi signifikan selepas pengumuman penurunan harga BBM, Jumat (16/1). Indeks turun sebesar -40 poin (-0,78%) ke 5.148 setelah bergerak di antara 5.148-5.204.

Sebanyak 83 saham naik, 202 saham turun, 94 saham tidak bergerak, dan 173 saham tidak ditransaksikan.

Hari ini, investor membukukan transaksi sebesar Rp5,64 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp4,91 triliun, transaksi negosiasi Rp729,36 miliar, dan transaksi tunai Rp120 juta. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp360,46 miliar.


Sebanyak tujuh sektor terkoreksi, dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun -4,77% dan sektor perdagangan yang turun -1,91%. 

Saham di sektor industri dasar yang paling terkoreksi adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP, Rp22.300, BUY, TP Rp24.000) yang turun -10,26% dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, Rp15.000, BUY, TP Rp18.300) yang turun -7,41%.

Di sektor perdagangan, saham yang paling melemah adalah PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS, Rp341) sebesar -24,22% dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK, Rp6.400) sebesar -20%.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar -1,43%, indeks Kospi di Korsel sebesar -1,36%, dan indeks Hang Seng di Hong Kong sebesar -1,02%.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menunjukkan koreksi sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun -0,05%, DAX di Jerman melemah -0,43%, dan CAC di Perancis terkoreksi -0,09%.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar -35 poin (-0,28%) ke Rp12.590 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp12.541-Rp12.618 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto