Mandiri bidik kredit infrastruktur tumbuh 12%



JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mengincar pertumbuhan kredit infrastruktur tahun depan sebesar 11% sampai 12% year on year (yoy). Target pertumbuhan ini mayoritas berasal dari beberapa proyek prioritas pemerintah seperti jalan tol dan pelabuhan.

Bank berkode saham BMRI ini membidik lima proyek tol untuk dibayai pada tahun depan. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, lima proyek tol tersebut adalah Jalan tol Pandaan Malang, Batang Semarang, Cikampek, Manado Bitung, dan Balikpapan Samarinda.

“Sampai November 2016, penyaluran kredit Mandiri di jalan tol tercatat sebesar Rp 16,5 triliun,” kata Royke setelah acara penandatangan fasilitas kredit sindikasi Jalan Tol Serpong Balaraja, Jumat (16/12).


Selain lima proyek tol tersebut, Mandiri juga akan ikut dalam pembiayaan pembangunan jalan tol milik Jasa Marga. Royke bilang, untuk pembiayaan di jalan tol biasanya dilakukan dengan mekanisme sindikasi karena besarnya jumlah kredit yang disalurkan. Dengan sindikasi maka risiko dan pengawasan kredit juga bisa ditanggung bersama oleh anggota sindikasi.

Selain itu, lanjut Royke, tahun depan, diproyeksi proyek pembangkit listrik juga bisa mendorong pertumbuhan kredit infrastruktur Mandiri.

“Untuk pembangkit listrik, tahun ini masih belum terlalu banyak tumbuh, diharapkan pada tahun depan bisa tumbuh cukup besar,” ujar Royke setelah acara penandatanganan fasilitas kredit sindikasi Jalan Tol Serpong Balaraja, Jumat (16/12).

Sebagai gambaran, sampai kuartal III 2016, kredit infrastruktur Mandiri menyumbang 60% dari total kredit korporasi Mandiri. Adapun, kredit korporasi Mandiri tercatat sebesar Rp 212,4 triliun atau naik 14,3% yoy.

Untuk tahun depan, kredit korporasi Mandiri juga mengincar sejumlah industri seperti rumah sakit dan komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini