KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menilai tingginya rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) industri modal ventura dipengaruhi oleh karakteristik bisnis penyertaan modal yang membuat pendapatan tidak tercatat secara rutin setiap bulan. Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Ronald S. Simorangkir mengatakan, sumber pendapatan perusahaan modal ventura korporasi (venture capital company/VCC) umumnya berasal dari realisasi investasi, dividen, maupun capital gain saat divestasi yang sifatnya tidak reguler. “Pada model VCC, pendapatan operasional bersumber dari realisasi investasi, dividen maupun capital gain saat divestasi yang sifatnya episodik, bukan pendapatan rutin bulanan. Sementara beban operasional seperti SDM, due diligence, monitoring portofolio, tata kelola, dan kepatuhan berjalan terus-menerus,” ujar Ronald kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Mandiri Capital Ungkap Faktor Penahan Penurunan Rasio BOPO Industri Modal Ventura
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menilai tingginya rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) industri modal ventura dipengaruhi oleh karakteristik bisnis penyertaan modal yang membuat pendapatan tidak tercatat secara rutin setiap bulan. Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Ronald S. Simorangkir mengatakan, sumber pendapatan perusahaan modal ventura korporasi (venture capital company/VCC) umumnya berasal dari realisasi investasi, dividen, maupun capital gain saat divestasi yang sifatnya tidak reguler. “Pada model VCC, pendapatan operasional bersumber dari realisasi investasi, dividen maupun capital gain saat divestasi yang sifatnya episodik, bukan pendapatan rutin bulanan. Sementara beban operasional seperti SDM, due diligence, monitoring portofolio, tata kelola, dan kepatuhan berjalan terus-menerus,” ujar Ronald kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).