JAKARTA. Bank Mandiri mengaku pada semester dua ini selain berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas kredit, perseroan juga fokus ke peningkatan sumber dana murah melalui transaction banking. Nah, transaksi banking ini berasal dari nasabah debitur dan payment platform yang digunakan secara luas oleh nasabah individual. Direktur Keuangan Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa, porsi peningkatan giro bank berlogo pita emas ini mengalami perbaikan yang dikontribusikan dari penempatan dari nasabah yang memanfaatkan transaksi banking produk khususnya mandiri cash manajemen. “Untuk DPK pada semester dua diperkirakan masih tumbuh dikisaran 15% sampai 15% yoy. Selain itu pada semester dua nanti, Mandiri akan menjaga rasio dana murah terhadap total DPK di level 60%,” ujar Kartika kepada KONTAN, di Jakarta, Selasa (11/08).
Mandiri fokus di bisnis transaction banking
JAKARTA. Bank Mandiri mengaku pada semester dua ini selain berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas kredit, perseroan juga fokus ke peningkatan sumber dana murah melalui transaction banking. Nah, transaksi banking ini berasal dari nasabah debitur dan payment platform yang digunakan secara luas oleh nasabah individual. Direktur Keuangan Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa, porsi peningkatan giro bank berlogo pita emas ini mengalami perbaikan yang dikontribusikan dari penempatan dari nasabah yang memanfaatkan transaksi banking produk khususnya mandiri cash manajemen. “Untuk DPK pada semester dua diperkirakan masih tumbuh dikisaran 15% sampai 15% yoy. Selain itu pada semester dua nanti, Mandiri akan menjaga rasio dana murah terhadap total DPK di level 60%,” ujar Kartika kepada KONTAN, di Jakarta, Selasa (11/08).