JAKARTA. Bank Mandiri menilai penerapan migrasi kartu debit ke chip tidak bakal sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) pada 1 Januari 2016 atau akhir 2015 ini. Selain masih ada kendala di pihak vendor, proses migrasi kartu juga perlu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Menurut Rahmat Broto Triaji, SVP E-Banking Bank Mandiri, sangat tidak mungkin jika setiap nasabah mengganti kartu debitnya ke chip dalam kurun waktu satu tahun ini. "Apalagi, saat ini kami memiliki sekitar 12 juta kartu debit. Sangat tidak mungkin jika seluruh cabang kami menerima permintaan migrasi kartu," jelas Rahmat kepada KONTAN, Senin (23/2). Di sisi lain, Rahmat menambahkan, bank juga tidak mungkin melakukan migrasi kartu dengan cara langsung mengirimkan kartu ke alamat nasabah. Hal tersebut, lanjut dia, karena semua nasabah harus mengikuti verifikasi ulang data agar kartu debit yang diberikan tidak jatuh ke tangan orang lain.
Mandiri : Migrasi kartu debit akan tak tepat waktu
JAKARTA. Bank Mandiri menilai penerapan migrasi kartu debit ke chip tidak bakal sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) pada 1 Januari 2016 atau akhir 2015 ini. Selain masih ada kendala di pihak vendor, proses migrasi kartu juga perlu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Menurut Rahmat Broto Triaji, SVP E-Banking Bank Mandiri, sangat tidak mungkin jika setiap nasabah mengganti kartu debitnya ke chip dalam kurun waktu satu tahun ini. "Apalagi, saat ini kami memiliki sekitar 12 juta kartu debit. Sangat tidak mungkin jika seluruh cabang kami menerima permintaan migrasi kartu," jelas Rahmat kepada KONTAN, Senin (23/2). Di sisi lain, Rahmat menambahkan, bank juga tidak mungkin melakukan migrasi kartu dengan cara langsung mengirimkan kartu ke alamat nasabah. Hal tersebut, lanjut dia, karena semua nasabah harus mengikuti verifikasi ulang data agar kartu debit yang diberikan tidak jatuh ke tangan orang lain.