Mandiri rem cabang baru, perbesar sektor digital



JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk fokus pada ekspansi perbankan digital ketimbang menambah kantor cabang secara konvensional. Tahun ini, Bank Mandiri menyatakan akan mengurangi pembukaan kantor cabang.

Alasannya, bank berkode BMRI ini menilai, tren volume transaksi di kantor cabang terus berkurang. Menurut Hery Gunardi, Direktur Distribusi Bank Mandiri, tahun ini pihaknya akan membuka sebanyak 40 sampai 50 kantor cabang.

Investasi satu kantor cabang rata-rata sebesar Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar, ujar Hery, kemarin.


Sebagai perbandingan, menurut Hery, di sepanjang tahun lalu Bank Mandiri membuka lebih dari 100 kantor cabang. Sampai akhir 2016, tercatat Bank Mandiri mempunyai 2.599 kantor cabang dan 17.461 mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Bank Mandiri mengerem pembukaan kantor cabang untuk meminimalkan risiko di tengah kondisi ekonomi yang masih belum kondusif. Masih belum pulihnya permintaan kredit, memaksa bank ini fokus untuk peningkatan produktivitas, efisiensi serta pengurangan biaya operasional.

Sebaliknya, Bank Mandiri bakal terus ekspansi di perbankan digital lantaran transaksinya terus tumbuh pesat. Gambaran saja, pada tahun 2016, pertumbuhan transaksi e-channel Bank Mandiri mencapai 24,1% secara tahunan (year on year/yoy) dengan total volume transaksi sebanyak 1,7 miliar transaksi.

Jumlah transaksi perbankan digital tersebut setara dengan 90% dari total transaksi perbankan di seluruh Bank Mandiri. Dus, dalam beberapa bulan ke depan, Bank Mandiri akan meluncurkan fitur digital banking terbaru yaitu pembukaan rekening melalui aplikasi.

Inovasi lain, nantinya nasabah bisa melihat laporan tagihan kartu kredit dan tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui aplikasi.

Sebelumnya, Rico Usthavia Frans, Direktur Digital banking and Technology Bank Mandiri mengatakan, tahun 2017 Bank Mandiri menganggarkan dana investasi teknologi informasi (TI) sebesar US$ 100 juta-US$ 120 juta. Dana itu akan digunakan untuk ragam pengembangan teknologi.

Semisal pengembangan alat baca pada uang elektronik, dan pengembangan uang elektronik baik yang berbasis kartu dan server. Bank Mandiri juga akan meningkatkan layanan digital seperti internet dan SMS banking. Menurut catatan KONTAN, pada tahun 2016 lalu, belanja modal Bank Mandiri mencapai Rp 2,23 triliun.

Bank Mandiri memasang target penyaluran kredit tumbuh 13% di 2017. Target ini lebih optimistis dibandingkan dengan target kredit industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto