Mandiri targetkan kenaikan kredit perikanan 15%



JAKARTA. Bank Mandiri telah menyalurkan kredit kelautan dan perikanan sebesar Rp 1,7 triliun sepanjang tahun lalu. Untuk tahun ini, Bank Mandiri  menargetkan pertumbuhan kredit di sektor tersebut naik 10%-15% year on year (yoy).

Senior Vice President Micro Banking Group Bank Mandiri Maswar Purnama mengatakan, jumlah rekening yang menerima penyaluran kredit kelautan dan perikanan  mencapai 61 ribu rekening. "Untuk akhir triwulan I 2015, belum bisa kita publikasikan," katanya, Senin (6/4).

Maswar menjelaskan bahwa kredit kelautan dan perikanan Bank Mandiri umumnya lebih banyak disalurkan ke sektor ritel. "Terutama usaha tambak," ujar Maswar.


Maswar menampik adanya kesulitan dalam penyaluran kredit kelautan perikanan. Namun ia mengakui tingkat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) khusus kelautan dan perikanan mencapai 4%. "Saya kira capaian Rp 1,7 triliun itu sudah besar," jelas Maswar.

Untuk tahun ini, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit kelautan dan perikanan sebesar 10% - 15% yoy. Agar tercapai, Bank Mandiri mengandalkan layanan unit mikro yang tersebar diseluruh Indonesia. Penyaluran kredit terutama untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

"Kita harapkan NPL bisa turun dengan cara memprioritaskan kredit bagi usaha kelautan perikanan maksimal berjarak 5 km dari unit mikro kita. Ini untuk memudahkan monitoring," pungkas Maswar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa