Mandiri Utama Finance (MUF) Catatkan Perbaikan Angka NPF per Januari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan perbaikan angka Non Performing Financing (NPF) per Januari 2026.

Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga mengatakan angka NPF perusahaan per Januari 2025 sebesar 1,30%.

"Angkanya membaik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,36%," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).


Dapot menerangkan perbaikan tersebut didukung upaya MUF menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, penguatan proses analisis kredit, serta optimalisasi pengelolaan risiko dan penagihan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pembiayaan Fintech Lending Naik Saat Ramadan, Waspadai Potensi Kenaikan Kredit Macet

Memasuki periode Ramadan dan seusai Lebaran, MUF melihat adanya potensi peningkatan NPF seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dapot mengatakan MUF tetap menjaga kualitas pembiayaan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, serta pengelolaan risiko yang prudent. 

"Dengan demikian, pertumbuhan pembiayaan tetap dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan," tuturnya.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan secara keseluruhan, Dapot mengatakan MUF terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian melalui peningkatan kualitas analisis kredit, pemanfaatan data dan teknologi, serta monitoring portofolio pembiayaan secara berkelanjutan. Selain itu, dia bilang MUF juga memanfaatkan sinergi dalam ekosistem Mandiri Group dengan menjangkau nasabah Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memiliki rekam jejak keuangan yang baik. 

Baca Juga: OJK: Dua Perusahaan Gadai Tengah Berproses Meningkatkan Lingkup Usaha Jadi Nasional

"Upaya itu diharapkan dapat menjaga kualitas pembiayaan dan mempertahankan tingkat NPF pada level yang sehat," kata Dapot.

Menurut Dapot, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan angka NPF dan perlu diwaspadai. Dia menerangkan faktornya, antara lain dinamika kondisi ekonomi, perubahan daya beli masyarakat, serta tantangan yang dapat mempengaruhi kemampuan bayar nasabah. 

Oleh karena itu, Dapot bilang MUF terus memantau perkembangan kondisi pasar dan ekonomi secara berkala, serta melakukan langkah mitigasi risiko secara proaktif agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: