Mandom Indonesia (TCID) Optimistis Penjualan Tumbuh Dobel Digit pada Tahun 2023



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten manufaktur produk konsumer, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID), menyiapkan sejumlah strategi untuk menjalankan bisnis tahun 2023. Dengan strategi itu, perseroan pun menargetkan penjualan bisa tumbuh double digit. 

Sekretaris Perusahaan Mandom Indonesia, Alia Risyamaya Dewi, menyampaikan peluang pertumbuhan kinerja TCID di tahun ini terdorong dari aktifnya kegiatan sosial ekonomi masyarakat, setelah tiga tahun terdampak pandemi Covid-19.

"Harapannya lebih baik di tahun ini karena aktivitas sudah kembali normal walau di sisi lain persaingan juga semakin ketat,” ungkap Alia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (31/3). 


Baca Juga: Kinerja Moncer, Mandom Indonesia (TCID) Bukukan Laba pada 2022

Dia bilang, salah satu strategi yang dijalankan perusahaan di tahun ini yakni dengan memperbanyak produk baru. Selain menambah portofolio produk baru, TCID juga akan memperkuat jaringan distribusi serta strategi promosi untuk menjawab kebutuhan dan keinginan para konsumen pasca pandemi.

Perseroan berupaya akan lebih aktif di pasar untuk bisa mengambil momen pemulihan pasar. Kegiatan iklan dan promosi juga akan lebih aktif dilakukannya, 

“Kami juga akan memperluas ketersediaan produk dan menghadirkan produk baru lebih banyak,” tuturnya.

Dari sisi belanja modal atau capex, TCID berencana akan mengalokasikan dana untuk maintenance dan mesin. Namun sayang, besaran angka capex belum disampaikan oleh manajemen. 

Merujuk laporan keuangan tahun buku 2022 yang dirilis, penjualan bersih TCID bertumbuh 10,51% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,04 triliun.  Pada tahun sebelumnya, penjualan perseroan tercatat sebesar Rp 1,85 triliun. 

Baca Juga: Begini Strategi Mandom Indonesia (TCID) Hadapi Tahun 2023

Penjualan bersih Mandom Indonesia selama tahun lalu masih didominasi penjualan lokal yang mencapai Rp 1,32 triliun. 

Kemudian disusul oleh penjualan ekspor yang berkontribusi sebesar Rp 717,29 miliar. Peningkatan angka penjualan turut mendorong nilai beban pokok penjualan TCID. Per akhir tahun 2022 angkanya meningkat 5,74% yoy, dari sebelumnya Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.

Sementara laba tahun berjalan yang tercatat yakni sebesar Rp 18,10 miliar pada tahun 2022. Padahal, di tahun 2021, TCID masih menanggung kerugian hingga Rp 76,50 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli