Mandom Indonesia (TCID) Pertahankan Target Kinerja 2026 Meski Daya Beli Masih Lemah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) masih mempertahankan optimisme terhadap prospek bisnis pada semester II-2026, di tengah tantangan berupa kenaikan inflasi, pelemahan daya beli masyarakat, hingga kenaikan biaya bahan baku.

Corporate Secretary Mandom Indonesia Alia Dewi mengatakan, hingga saat ini perusahaan belum melihat perubahan signifikan pada tren permintaan dibandingkan semester pertama. Namun, ia mengakui perilaku konsumen kini semakin selektif dalam berbelanja.

“Sejauh ini tren permintaan masih cukup baik tapi kami menyadari tantangan persaingan pasar yang juga semakin ketat dan konsumen yang semakin price sensitive," ujar Alia kepada Kontan.co.id, Senin (6/7/2026).


Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Garap Proyek Sekolah Rakyat di Papua Senilai Rp 1,07 Triliun

Di tengah kondisi tersebut, TCID masih mempertahankan target kinerja yang telah ditetapkan pada awal tahun meskipun pencapaian pada kuartal I belum maksimal. Perusahaan sendiri berupaya mencapai pertumbuhan baik dari sisi top line maupun bottom line.

Untuk menjaga kinerja penjualan dan profitabilitas untuk sisa 2026, TCID menyiapkan sejumlah strategi operasional, mulai dari fokus pada produk-produk dengan perputaran cepat, memastikan ketersediaan stok, hingga efisiensi biaya.

Di sisi lain, perusahaan juGA tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan promosi, baik secara daring maupun luring. 

Sementara itu, kebijakan penyesuaian harga masih terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan biaya dan kondisi pasar.

“Kami tetap memonitor kenaikan biaya dan penerapan kenaikan harga oleh pasar sebagai pertimbangan penetapan kenaikan harga," ungkapnya.

Terkait alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) pada tahun ini difokuskan untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan sehingga realisasinya masih berjalan sesuai rencana. Namun sayang, manajemen tidak memerinci berapa dana yang dianggarkan untuk tahun 2026. 

Baca Juga: Lautan Luas Dukung Tumbuh Kembang dan Kemandirian Anak Down Syndrome

"Capex tahun ini memang hanya direncanakan untuk operasional dan maintenance. Kami tidak ada rencana capex besar jadi sejauh ini masih sesuai dengan estimasi," katanya.

Untuk diketahui, penjualan bersih TCID tercatat sebesar Rp 513,65 miliar per kuartal I-2026, atau lebih rendah dibandingkan Rp 551,24 miliar di kuartal I-2025. 

Jika diperinci, penjualan lokal angkanya terpantau mengalami penurunan 13,79%, dari Rp 390,65 miliar menjadi Rp 336,74 miliar. Sementara ekspor tercatat Rp 176,90 miliar atau naik15%. 

Sementara laba tahun berjalan tercatat senilai Rp 26,17 miliar, atau lebih rendah dibandingkan Rp 30,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News