Mandom merelokasi beberapa produknya ke Indonesia



JAKARTA. Secara bertahap, PT Mandom Indonesia Tbk terus merelokasi produksi beberapa produk yang tadinya dilakukan di Jepang ke Indonesia. Alia Risyamaya Dewi, Kepala Hubungan Investor Mandom mengatakan, relokasi mulai dilakukan sejak kuartal III-2011.

"Namun, relokasi yang kami lakukan masih sedikit karena harus dilakukan bertahap," ujar Alia kepada KONTAN, Selasa (22/11). Menurutnya, kebijakan relokasi produksi ini sudah bergulir sejak 2008 lalu. Bahkan, untuk mewujudkan rencana itu, Mandom sudah membeli tanah seluas 14,6 hektare (ha) di Cibitung, Jawa Barat dengan modal sebesar Rp 80,43 miliar.

Pembelian lahan tidak hanya untuk memenuhi rencana relokasi, tapi juga rencana jangka panjang Mandom untuk menambah pabrik baru.


Maklumlah, kapasitas pabrik Mandom di Sunter, Jakarta Utara sudah hampir mendekati maksimum. Secara rata-rata, utilisasi pabrik di Sunter sudah mencapai 80%. "Wilayah Sunter juga mulai tidak kondusif karena rawan banjir," jelas Alia.

Strategi internasional

Alia menerangkan, langkah perusahaan merelokasi produksi merupakan strategi induk usahanya, Mandom Corp yang berbasis di Jepang.

Langkah ini dilakukan agar produk-produk olahan Mandom bisa lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan di bisnis kosmetik dan barang konsumer.

Saat ini, pertumbuhan industri kosmetik nasional maupun global terus naik seiring menguatnya daya beli masyarakat. Hal ini mendorong para produsen kosmetik berlomba menghasilkan produk berkualitas dan efisien.

Di waktu bersamaan, sebagian besar produk Mandom yang dipasarkan di Indonesia masih harus diimpor dari Jepang. Dengan adanya relokasi produksi secara bertahap, Mandom berharap bisa menekan biaya produksi.

Sekadar catatan, Mandom Corp memiliki tiga basis produksi yang terletak di Jepang, China, dan Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan di Jepang biasanya dipasarkan untuk negara tersebut, plus diekspor ke negara-negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang setara atau mendekati Jepang, seperti misalnya Korea Selatan.

"Sementara produk-produk yang dihasilkan oleh pabrik Mandom di Indonesia ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia dan diekspor ke negara-negara Asia Tenggara," jelas Alia.

Laporan keuangan Mandom pada kuartal III-2011 menunjukkan, penjualan domestik memberi kontribusi sebesar Rp 891,91 miliar atau 73,72% terhadap total penjualan Mandom yang sebesar Rp 1,21 triliun. Sementara penjualan ekspor menyumbang sebesar5 Rp 327,7 miliar atau 27,09% dari total omzet perusahaan.

Sayang, Alia belum bisa membeberkan rencana bisnis Grup Mandom selepas relokasi produksi selesai. Yang pasti, Mandom akan terus berupaya menyeimbangkan produksi dan penjualan produk kosmetik pria dan wanita.

Sebelumnya, Mandom sangat tergantung pada penjualan kosmetik pria terutama minyak rambut Gatsby. Namun lambat laun, Mandom mengimbanginya dengan memasarkan kosmetik wanita merek Pixy.

Djimanto, Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia menilai, strategi Mandom memindahkan produksi tepat. "Karena bahan baku kosmetik seperti minyak atsiri dan rumput laut kan banyak di sini," tuturnya. Lalu, pertumbuhan kelas menengah pun membuat pasar kosmetik lokal prospektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News