Mandom meyiapkan diri hijrah ke pabrik baru



JAKARTA. PT Mandom Indonesia Tbk., makin gencar mengejar penyelesaian pembangunan pabrik baru di di kawasan MM2100 Cibitung, Jawa Barat. Perusahaan menarget awal tahun depan bisa boyongan ke pabrik baru itu.

Mandom Indonesia telah mengucurkan duit Rp 380 miliar untuk merancang pabrik baru. Investasi tahap pertama dilakukan dengan membeli tanah seharga Rp 80,4 miliar pada tahun 2008 lalu. Luas lahan pabrik mencapai 14,8 hektare (ha).

Perusahaan kosmetik ini akan memindahkan aktivitas pengisian produk kosmetik ke dalam kemasan, ke pabrik baru. Tahapan proses produk tersebut, hingga saat ini masih dilakukan di pabrik Sunter, Jakarta Utara. Jadi, ke depan seluruh aktivitas produksi akan dilakukan di Cibitung.


Alia Risyamaya Dewi, Sekertaris Perusahaan PT Mandom Indonesia mengakui pemindahan pabrik adalah salah satu fokus utama perusahaan di 2014. Alasan pemindahan pabrik demi meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, pabrik baru juga memiliki kapasitas produk jauh lebih besar. Jika semula Mandom Indonesia hanya mampu memproduksi 970 juta pieces per tahun, nanti akan meningkat menjadi 1,55 miliar pieces per tahun. Ini berarti ada peningkatan kapasitas produksi sebesar 59.79%.

Jika sesuai rencana, pabrik baru diperkirakan selesai dibangun akhir tahun ini. Kemudian dilanjutkan dengan pemindahan secara bertahap aktivitas pabrik di Sunter pada awal 2015.

Alia sendiri memperkirakan pemindahan tersebut  akan memakan waktu sekitar dua bulan. “Kami masih membicarakan strategi yang tepat agar pemindahan ke pabrik baru tidak sampai mempengaruhi penjualan,” terang Alia tutur Alia kepada KONTAN, kemarin (21/3).

Andalkan produk wangi-wangian

Walaupun memfokuskan diri pada persiapan pemindahaan pabrik baru tetapi perusahaan kosmetik ini tetap menyiapkan peluncuran produk baru. Berangkat dari pengalaman tahun lalu, Mandom Indonesia kembali mengandalkan  produk wangi-wangian sebagai produk andalannya tahun ini. Sayang Alia masih merahasiakan detil peluncuran produk tersebut.

Masuk akal strategi ini dipilih sebab Mandom Indonesia mencatatkan pertumbuhan penjualan produk wangi-wangian sekitar 16,2% yaitu dari Rp 491 miliar di 2012 menjadi Rp 570 miliar di 2013. Capaian tersebut sekaligus menjadi pemasok terbesar bagi pendapatan 2013 yang total mencapai Rp 2,03 triliun.

Di kategori fragance, atawa wangi-wangian, perusahaan memiliki sejumlah koleksi merek seperti Spalding, Glazelle de Pucelle, Man Dom, Pucelle, Pixie dan Gatsby. Ada pula merek Lovillea, Axya, Oxxo dan Mandom for Kids.

Di luar kategori wangi-wangian, ada lima kategori lain, yakni hair, face, body, deodorant dan kategori lain. Nah, di tahun ini, perusahaan juga berencana merilis produk perawatan rambut baru.

Namun, sadar dengan persaingan pasar yang makin ketat di kategori produk ini, perusahaan menyiasati dengan merambah pasar baru. "Kami akan menyediakan perluasan segmen pasar dari semula kelas B-E menjadi untuk semua kelas atau A-E," ungkap Alia.

Kemudian, perusahaan yang semula bernama PT Tancho Indonesia ini, juga bakal memperluas wilayah pemasaran di Indonesia Timur. Antara lain ke Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua.

Sementara untuk pasar ekspor, perusahaan akan kian getol membidik pasar Asia, Indocina dan Dubai. Perusahaan menarget porsi penjualan domestik berbanding ekspor adalah 73:27.

Sebagai catatan, tahun lalu Mandom Indonesia berhasil mengantongi pendapatan dari penjualan sekitar Rp 2,03 triliun. Jumlah ini meningkat 9,5% dibanding pendapatan tahun 2012. Sementaratorehan tahun lalu tembus Rp 160,56 miliar. Ini  berarti meningkat 6,47% dari Rp 150,80 miliar di tahun 2012.          n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina