Mandom Optimistis Capai Target Pendapatan 2013



JAKARTA. Kinerja PT Mandom Indonesia Tbk hingga sembilan bulan pertama tahun ini lumayan cerah. Sampai kuartal III-2013, perusahaan ini mampu mencatatkan penjualan Rp 1,56 triliun, tumbuh 11,42% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Dengan pencapaian ini, perusahaan optimistis bisa mencapai target pendapatan tahun ini yang dipatok sebesar Rp 2 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Mandom Indonesia Alia Dewi menuturkan, hingga kuartal III-2013, perusahaan telah meraup 78% dari target penjualan yang dipatok tahun ini. Karenanya, ia yakin, Mandom bakal mampu meraih target pendapatan tahun ini. "Masih ada tiga bulan lagi, kami masih punya produk baru yang akan diluncurkan," ujarnya pada KONTAN, Rabu (30/10).

Selain akan mengeluarkan produk baru yakni Pixy Skin Care dan produk anak-anak, perusahaan itu juga tengah menyiapkan peluncuran produk wangi-wangian pria merek Gatsby dengan varian baru. Yang jelas, Alia bilang, produk baru ini bakal diluncurkan sekitar November atau Desember 2013.


Di sisi lain, Alia optimistis, Gatsby akan tetap mendongkrak angka penjualannya seperti yang terjadi pada kuartal III-2013. Ia mencontohkan, hingga akhir September 2013, Gatsby Urban Cologne memberi kontribusi terbesar dengan peningkatan penjualan 23,5% ketimbang September 2012 menjadi Rp 471,9 miliar.Alia bilang, dalam tiga bulan sisa tahun ini, perusahaan berkode emiten TICD ini akan lebih fokus menggarap pasar domestik ketimbang pasar ekspor. Asal tahu saja, per September 2013, penjualan domestik naik 9% menjadi Rp 1,09 triliun. Sedangkan penjualan ekspor selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp 469,91 miliar, naik 13,78% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan perusahaan juga diikuti oleh peningkatan laba bersih. Pada kuartal III-2013, Mandom mampu mencatatkan laba bersih Rp 162,21 miliar, naik 22,83% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, beban pokok penjualan TICD hingga kuartal III-2013 membengkak 8,8% menjadi Rp 979,81 miliar. Alia bilang, peningkatan beban pokok penjualan perusahaan terjadi lantaran kenaikan beban tenaga kerja sebagai imbas kenaikan upah buruh.

Meski begitu, Alia yakin pembengkakan beban pokok penjualan perusahaan bisa teratasi setelah pembangunan pabrik perusahaan di kawasan MM2100 Cibitung selesai. Pasalnya, dengan beroperasinya pabrik ini, tak hanya jumlah produksi perusahaan yang meningkat, tapi beban operasional perusahaan juga bisa ditekan.

Selain untuk kantor, pabrik baru yang berdiri di atas lahan 14 hektare ini akan digunakan untuk menggantikan pabrik yang saat ini ada di Sunter, Jakarta Utara. "Dengan demikian, kami tidak perlu bolak-balik untuk produksi kemasan dan pengisian. Ini akan lebih efisien," kata Alia.     n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi