Manfaatkan Limbah Pabrik Kelapa Sawit, PGN Kembangkan Bisnis Biomethane



KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Guna mencapai target net zero emission yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2060, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN berinisiatif untuk mengembangkan bisnis Biomethane.

Biomethane merupakan produk hasil olahan Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik minyak kelapa sawit. Di Indonesia, terdapat 187,5 juta ton buah mentah sawit atau fresh fruit bunch (FFB) yang dapat menghasilkan kurang lebih 45 juta ton crude palm oil (CPO) dan 109,3 juta ton POME yang kelak mampu melepaskan methane ke atmosfer setara dengan 36 juta ton karbondioksida (CO2).

Lantas, pengolahan POME menjadi Biomethane akan membantu mengatasi permasalahan lingkungan yang dihasilkan oleh limbah cair pabrik minyak kepala sawit.


Baca Juga: PGN Targetkan 17.000 Sambungan Gas Rumah Tangga di Medan

“Produk Biomethane yang memanfaatkan limbah nabati ini dapat menjadi subtitusi dari penggunaan gas alam. Produk ini jelas lebih ramah lingkungan dan rendah jejak karbon,” ungkap Heru Setiawan, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN ketika ditemui Kontan dalam acara SOE International Conference, Senin (17/10).

Tercatat, potensi Biomethane di Indonesia mencapai 195 MMSCFD dengan area persebaran di kawasan Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Ada beberapa pabrik kelapa sawit di Sumatera yang berada di sekitar jalur pipa gas bumi milik PGN, tepatnya di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Dengan begitu, PGN tidak memerlukan investasi tambahan untuk pengembangan infrastruktur baru terkait Biomethane.

Heru menyebut, saat ini pihaknya tengah memproses tiga pipeline proyek Biomethane yang berada di Sumatera. Diharapkan akhir tahun nanti proyek tersebut sudah bisa dimulai. Investasi pada proyek ini dapat berbeda-beda tergantung kapasitas produksi Biomethane yang bersangkutan.

“Untuk pendanaannya, selain melalui strategic partnership, juga akan mengandalkan green financing,” tuturnya.

Oleh karena itu, perhelatan SOE International Conference yang menjadi rangkaian KTT G20 coba dioptimalkan oleh PGN untuk menggaet mitra-mitra strategis dalam pengembangan bisnis Biomethane.

Baca Juga: PGN Salurkan Gas Bumi 890 BBTU ke Blok Rokan

Heru juga bilang, potensi konsumen Biomethane tergolong banyak, termasuk dari luar negeri. Ini mengingat di luar negeri banyak perusahaan dari berbagai bidang industri yang menaruh perhatian tinggi terhadap isu lingkungan.

Sementara di dalam negeri, Biomethane ditujukan untuk menjadi bagian dari percepatan penurunan emisi karbon sekaligus mengakselerasi penggunaan energi terbarukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .