KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil. Di antaranya subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, misalnya, mengandalkan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit alias palm oil mill effluent atau (POME), BUMN itu telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebagai sumber energi utama pabrik. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, inisiatif tersebut bukan respons jangka pendek terhadap lonjakan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang telah dimulai sejak lama.
Manfaatkan Limbah Sawit, PalmCo Hemat Biaya Energi hingga Rp 39,5 Miliar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil. Di antaranya subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, misalnya, mengandalkan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit alias palm oil mill effluent atau (POME), BUMN itu telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebagai sumber energi utama pabrik. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, inisiatif tersebut bukan respons jangka pendek terhadap lonjakan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang telah dimulai sejak lama.