KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lion Express (Lion Parcel) menyiapkan strategi khusus untuk memaksimalkan momentum Ramadan dan Hari Raya 2026 yang diproyeksi kembali menjadi periode puncak (peak season) industri logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan volume pesanan pada semester I-2026. Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan, perusahaan menargetkan pertumbuhan double digit selama periode Ramadan tahun ini. Target tersebut mengikuti tren tahunan, ketika para penjual dan pelaku usaha biasanya mulai menambah stok lebih awal untuk menghadapi lonjakan permintaan. “Kalau bulan Ramadan harusnya sama seperti tahun lalu. Angkanya harusnya double digit lah. Karena di industri mana pun, seller dan business owner biasanya punya stok dua bulan sebelum Ramadan,” ujar Kenny saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Tak hanya mengincar pertumbuhan musiman, Lion Parcel juga menargetkan kinerja yang lebih agresif pada semester pertama 2026. Mengacu pada capaian tahun lalu, perusahaan membidik pertumbuhan sekitar 40% pada semester I-2026. “Kalau berkaca dari tahun lalu, ketika kami launching hub Halim, pertumbuhan kami di semester I waktu itu sekitar 40%. Kurang lebih harusnya targetnya sama tahun ini,” kata Kenny.
Baca Juga: Lion Parcel Siapkan Layanan Premium Untuk Pengiriman Frozen Food Kenny menilai, pergerakan pasar mulai menunjukkan sinyal positif sejak Februari 2026. Berdasarkan hasil pemantauan dan survei yang dilakukan perusahaan ke sejumlah pusat perdagangan, aktivitas penjualan mulai meningkat dibandingkan Januari. “Januari agak sedikit slow. Tapi di Februari ini kelihatannya market sudah mulai bertumbuh. Jadi kami masih optimis minimal sama seperti tahun lalu,” imbuhnya. Strategi Hadapi Peak Season Jelang Ramadan tahun ini, Lion Parcel memperkuat kesiapan operasional melalui penambahan kapasitas gudang, armada, serta sumber daya manusia secara temporary untuk menjaga keandalan layanan saat permintaan meningkat. Perusahaan juga mengoptimalkan pengalaman pelanggan dengan memperkuat aspek people dan system. Dari sisi people, tim layanan pelanggan dipersiapkan agar mampu merespons lebih cepat dan informatif. Sementara dari sisi system, Lion Parcel meningkatkan teknologi pendukung agar pelanggan mendapat informasi pengiriman yang lebih transparan dan akurat. “Melalui penguatan operasional dan peningkatan kualitas customer experience menjelang Ramadan, kami ingin memastikan pelanggan tetap memperoleh layanan yang andal di tengah meningkatnya permintaan,” ujar Kenny. Selain itu, Lion Parcel menghadirkan promo 13.13 berupa diskon 13% untuk transaksi melalui aplikasi Lion Parcel dalam rangka perayaan ulang tahun ke-13. Program ini berlaku pada 1–28 Februari 2026. Kenny menjelaskan, promo tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan sekaligus upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pengiriman dengan lebih mudah dan terjangkau selama periode Ramadan.
Baca Juga: Lion Parcel Catatkan Pertumbuhan 40% pada Semester I-2025, Ini Faktor Pendorongnya Di tengah persaingan ketat industri logistik, Kenny menegaskan Lion Parcel tidak memosisikan diri sebagai pemain yang hanya mengandalkan tarif murah. Perusahaan memilih memperkuat daya saing melalui kualitas layanan dan reliabilitas pengiriman. “Kita bukan fokus ke price. Kita memberikan yang kompetitif, tapi fokusnya ke quality,” tegasnya. Menurut Kenny, banyak pelaku usaha telah mencoba berbagai layanan logistik. Namun pada akhirnya, kualitas pengiriman menjadi penentu karena keterlambatan paket dapat berdampak langsung pada reputasi brand penjual. “Kalau barang telat, yang dilihat pembeli itu brand-nya, bukan logistiknya. Makanya mereka concern soal quality,” ujarnya. Siapkan “Senjata Baru” di Kuartal II Lion Parcel juga menyiapkan langkah lanjutan pada kuartal II-2026. Perusahaan mengisyaratkan akan meluncurkan program atau inovasi baru pada awal April untuk mendorong pertumbuhan, di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih. “Di Q2 kita punya senjata baru. Itu sudah kita discuss dari Januari,” ujar Kenny. Rencana tersebut, lanjut Kenny, telah melalui riset kebutuhan pelanggan dan akan mulai diperkenalkan pada 1 April 2026 untuk mengukur respons pasar sebelum diperkuat lewat strategi promosi. “Kita sudah lakukan research ke pelanggan. Pastinya nanti kita akan coba launching di 1 April. Kita lihat dulu responsnya, begitu satu minggu dua minggu tanggapannya menarik, langsung kita hajar iklan,” pungkas Kenny.
Baca Juga: Ditopang Paket Jumbo, Lion Parcel Catat Pertumbuhan Double Digit di Semeter I 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News