Manfaatkan Momentum GIIAS,Dharma Polimetal (DRMA) Incar Pendapatan Tumbuh 10% di 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memanfaatkan momentum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk mempertegas transformasi bisnisnya. 

Tak hanya sebagai pemasok komponen otomotif, perseroan juga memperluas bisnis ke pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui sejumlah produk pendukung.

Strategi tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja perusahaan pada semester I-2026. DRMA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,157 triliun atau meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,774 triliun. Adapun laba bersih naik 18% menjadi Rp 288,38 miliar.


Baca Juga: Intikeramik Alamasri (IKAI) Genjot Ekspansi dan Perkuat Tata Kelola

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk Irianto Santoso mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perseroan di tengah dinamika industri otomotif.

"Pertumbuhan pendapatan yang terjadi merata di seluruh segmen usaha Perseroan ini menunjukkan solidnya kinerja DRMA sebagai grup usaha. Pertumbuhan di seluruh segmen bisnis ini merupakan petunjuk tingginya tingkat ketangguhan Perseroan dalam mengarungi pasar yang bergerak sangat dinamis," ujar Irianto.

Kontributor terbesar masih berasal dari segmen kendaraan roda dua dengan pendapatan Rp 1,847 triliun atau naik 7% secara tahunan. Sementara itu, segmen roda empat mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 36% menjadi Rp 848 miliar, sedangkan segmen lainnya tumbuh 11% menjadi Rp 462 miliar.

Berkaca pada capaian semester pertama, DRMA mempertahankan target pertumbuhan pendapatan sekitar 10% sepanjang 2026. Perseroan optimistis target tersebut dapat dicapai melalui ekspansi kapasitas produksi sekaligus pengembangan bisnis baru di sektor kendaraan listrik.

Dalam ajang GIIAS 2026, DRMA memperkenalkan berbagai inovasi untuk mendukung percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia. 

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, PTBA Perkenalkan Kalium Humat ‘BA Grow’ di Inagritech 2026

Perseroan menghadirkan Fast Charging Station untuk kendaraan listrik roda dua yang mampu mengisi daya sekitar tujuh menit. Perangkat tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 50% dan ditujukan untuk kebutuhan SPKLU, kawasan komersial, hingga fasilitas industri.

Selain itu, DRMA juga memperkenalkan Buffer Charging Station berkapasitas 60 kW yang dirancang sebagai pengisi daya portabel untuk kondisi darurat maupun layanan mobilitas. 

Produk ini kompatibel dengan standar pengisian CCS2 dan juga memiliki TKDN hingga 50%. Solusi tersebut ditujukan untuk mendukung pengisian daya kendaraan listrik di lokasi proyek, wilayah terpencil, maupun layanan bergerak.

Tak hanya itu, perseroan turut memamerkan All-in-One Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas awal 5,1 kWh yang dapat diperluas hingga 51,2 kWh. 

Sistem penyimpanan energi ini ditujukan untuk rumah tangga, bisnis, sistem energi surya, hingga industri ringan, dengan menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang diklaim memiliki tingkat keamanan dan umur pakai lebih tinggi. Produk tersebut memiliki kandungan lokal hingga 40%.

DRMA menjelaskan, pengembangan produk-produk tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi industri otomotif nasional menuju elektrifikasi. 

Baca Juga: Industri Semikonduktor Diperkuat, Akses Desain Chip Kini Kian Terbuka

Sebagai induk Dharma Group, perseroan selama ini dikenal sebagai pemasok komponen otomotif roda dua dan roda empat bagi berbagai merek global. Ke depan, perusahaan juga akan memperkuat digitalisasi proses bisnis serta pengembangan komponen kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang. 

Selain melayani pasar original equipment manufacturer (OEM), DRMA juga terus memperluas pasokan ke pasar suku cadang pengganti (aftermarket).

Perseroan berharap pengembangan ekosistem kendaraan listrik tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi DRMA di tengah transformasi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: