Perkembangan gaya hidup sehat telah merambah ke produk madu. Saat ini tengah diminati produk madu vegan yang berasal dari sari pohon lontar dan tak mengandung unsur hewani. Hal ini pun berdampak kepada produsen dan penjual produk madu yang dikhususkan bagi para vegetarian ini. Saban bulan omzet puluhan juta rupiah mampu mereka rengkuh. Tak hanya memberikan rasa manis dalam sebuah kudapan, madu pun memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Dengan beragam kelebihannya, madu menjadi salah satu produk yang digemari masyarakat. Meski pangsa pasarnya besar, tapi pemain bisnis madu sudah cukup sesak sehingga perlu ada inovasi untuk menangkap peluang bisnis madu.
Salah satu yang tengah dilirik adalah madu vegan, yang merupakan madu nonhewani yang tidak berasal dari lebah, melainkan dari sari nektar pohon lontar. Dengan produk ini, maka para vegan atau sebutan bagi vegetarian yang tak mengonsumsi telur, daging, dan madu bisa menikmati cita rasa madu vegan. Ricky Wibowo dari Denpasar, Bali merupakan salah satu pelaku usahanya. Mendirikan usaha madu vegan sejak dua tahun lalu, Ricky mengaku permintaan madu vegan yang datang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Awal mula berkecimpung di usaha ini, Ricky melihat bahwa potensi penjualan madu vegan belum banyak dilakukan. Apalagi bahan madu yang berasal dari non hewani ini memiliki manfaat yang lebih ketimbang madu pada umumnya. “Saya lihat untuk orang yang vegetarian ini lebih sehat karena indeks gulanya rendah dan aman untuk tubuh,” ujarnya. Ricky bilang, proses pembuatannya tidak memakan waktu yang lama. Dari bunga lontar akan mengalir cairan yang sebelumnya telah dihisap oleh tawon. Cairan yang menetes dari bunga itu yang diolah dan diambil Ricky untuk dijadikan madu. Setelah cairan diambil dari batang bunga, digodok selama 24 jam untuk jadi madu. Dia mengklaim kelebihan madu vegan dibanding lainnya adalah dalam cairan madu terdapat air weda yang disebut-sebut sebagai minuman berkhasiat. Di samping itu, karena kandungan madu yang 100% tidak mengandung bahan dari unsur hewani, madu vegan bisa menjaga daya tahan tubuh, menyembuhkan penyakit kronis dan aman untuk penderita diabetes.
Dengan bantuan 4 orang karyawan, setiap hari, Ricky memproduksi 100 liter-150 liter madu vegan. Dia menjual satu botol madu vegan ukuran 250 mililiter (ml) senilai Rp 32.500. Penjualan secara online dan melalui komunitas organik membuat permintaan pun semakin meningkat. Hampir 90 liter madu terjual habis. Dalam satu bulan, Ricky bisa meraup omzet Rp 12,6 juta. Pelaku usaha lainnya adalah Hira, pemilik Satvika Bhoga yang juga berasal dari Bali. Dia menjual madu vegan berukuran 250 ml seharga Rp 34.000-Rp 35.000 per botol. Dia menuturkan permintaan terbanyak berasal dari pelbagai restoran yang mengusung hidangan makanan organik di Bali. Tiga tahun mendirikan bisnis Satvika Bhoga, Hira enggan menyebut nominal omzet penjualannya. Tapi, dia mengaku mampu menjual sekitar 25 botol madu per hari dengan perkiraan omzet bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News