Manisnya peluang bisnis teh khas Thailand



Teh sudah menjadi minuman favorit bagi sebagian besar orang Indonesia. Hampir setiap hari, minuman ini menemani waktu sibuk maupun santai.

Lantaran populer dan disukai banyak orang, gerai-gerai minuman teh pun terus bermunculan dengan berbagai inovasi dan cita rasa yang terus berkembang. Bukan saja teh lokal, teh khas negara lain juga ramai dijajakan di dalam negeri.

Salah satu pemainnya adalah Dicky Maulana yang mengusung teh khas Thailand dengan merek Tuktuk Thai Tea di Bekasi, Jawa Barat. Menurut Dicky, selama ini teh Thailand hanya dijual di kafe, restoran, dan hotel-hotel. "Nah, saya ingin semua orang  bisa menikmati minuman ini," ujarnya.


Merintis bisnis sejak awal tahun 2013, kini Dicky resmi menawarkan kemitraan. Ia mengaku, jumlah mitra usahanya saat ini sudah ada tujuh mitra yang tersebar di Jabodetabek, Purwakarta, dan Surabaya. "Total gerai ada delapan, satu milik saya sendiri dan sisanya milik mitra," katanya.

Tuktuk Thai Tea menawarkan delapan varian rasa teh. Antara lain thai tea, thai green tea, thai coffee, thai chocolate, dan thai tea flavor. Tuktuk Thai Tea menawarkan dua paket investasi, yakni paket Rp 5 juta dan Rp 13,5 juta.

Dalam paket Rp 5 juta, mitra mendapatkan displai minuman, perlengkapan, SOP, bahan baku awal untuk delapan rasa teh dengan jumlah masing-masing lima pak. "Tapi khusus rasa kopi dan cokelat, masing-masing tiga pak," ujar Dicky.

Adapun paket Rp 13,5 juta lebih lengkap, baik dari segi perlengkapan mau pun bahan baku. Paket ini juga menyediakan booth. "Mitra tinggal mencari karyawan dan tempat saja," kata Dicky.

Satu cup Tuktuk Thai Tea dibanderol seharga Rp 7.000. Namun bila di mal, harganya  bisa mencapai Rp 10.000 per cup. Dengan estimasi penjualan 40 cup per hari, mitra bisa meraih omzet Rp 7, 4 juta–Rp 12 juta. Dengan margin laba sekitar 40%, mitra bisa balik modal dalam lima bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri