Manjur Khasiatnya, Manis Pula Tetesan Labanya



h090928_16_siropSIRUP lazimnya terbuat dari bahan buah-buahan. Namun, di tangan Sugiyo, pebisnis makanan di Yogyakarta, berbagai jenis rimpang juga bisa diolah menjadi sirup. Rimpang adalah sebutan untuk tanaman berupa jahe, temulawak, kencur, kunir, dan sebagainya. Rimpang juga biasa disebut empon-empon, sehingga produk sirup berbahan rimpang ini juga kerap dinamai sirup empon-empon. Sugiyo sudah melakoni usaha ini sejak lima tahun silam di bawah bendera UD Sumber Rezeki. Awalnya, ia hanya memproduksi gula semut, namun kemudian ia mendiversifikasi produk dengan membuat sirup empon-empon. "Waktu itu belum ada yang produksi sirup dari bahan rimpang, sementara bahan baku melimpah di sini," paparnya. Untuk menemukan racikan yang tepat, Sugiyo menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk uji coba. Saat ini ia memproduksi empat jenis sirup yaitu sirup jahe, sirup kencur, sirup temulawak, dan sirup kunir asam. Kata Sugiyo, sirup empon-empon buatannya disukai konsumen. Sebab, rasanya khas dan berkhasiat nyata bagi kesehatan. Menurutnya, sirup jahe mempunyai khasiat menghangatkan tubuh dan mengatasi pegal linu, sementara sirup temulawak bisa menambah nafsu makan dan mencegah hepatitis A dan B. Sirup kunir asam berkhasiat menghaluskan kulit dan bermanfaat bagi ibu menyusui, adapun sirup kencur bisa untuk obat batuk. Saat ini, Sugiyo menanam berbagai jenis rimpang di atas lahan seluas lima  hektare. Hasil kebun sendiri itu memenuhi 60% kebutuhan bahan bakunya. Ia membeli kekurangan bahan baku dari mitra kelompok tani seharga Rp 5000 per kilogram (kg) untuk jahe, Rp Rp 7000 per kg untuk kencur, serta kunir dan temulawak dengan harga Rp 2000 per kg. Sugiyo selalu memakai bahan baku asli rimpang segar. Kemudia, ia mencampurnya dengan gula semut dan sedikit air. Ia memilih gula semut karena tidak meninggalkan banyak residu. Sugiyo juga tidak menggunakan pengawet, sehingga produknya hanya bertahan 2 bulan di suhu kamar atau 6 bulan jika di dalam lemari pendingin. Sebagaian proses pembuatan sirup berbahan rimpang ini sudah memakai mesin. Pertama-tama Sugiyo memilih rimpang berusia 6-10 bulan. Rimpang yang sudah dikuliti dan dicuci, lantas diparut memakai mesin. Lalu bahan hasil parutan itu diperas sambil diberi tambahan sedikit air. Hasilnya diendapkan untuk mendapatkan sarinya. Selanjutnya, sari rimpang dicampur gula dengan perbandingan 1:4, lalu direbus hingga suhu 140 derajat Celcius selama hampir satu jam. Setelah mencapai tingkat kekentalan yang diharapkan, sari rimpang disaring dan dimasukkan ke dalam botol yang sudah steril dan diberi label merek Sumber Rezeki Dibantu delapan pekerja, setiap bulan, Sugiyo memproduksi 2.000 botol sirup dan menghabiskan sekitar satu ton berbagai jenis rimpang.  "Sekitar 80% di antaranya sirup jahe, karena paling diminati dan lebih familier di masyarakat," tuturnya. Sugiyo menjual sirup buatannya seharga  Rp 10.000 - Rp 11.000 per botol ukuran 600 mililiter. Margin labanya sekitar 30%.  Sedangkan di pasar eceran, harganya mencapai Rp 12.500 sampai Rp 15.000 per botol. Sirup ini dipasarkan di Yogyakarta dan Jakarta.  Sugiyo mengaku, setiap bulan seluruh produknya selalu ludes. Sugiyo yakin prospek uaha sirup ini masih cerah. Sebab, selain produk ini masih jarang, orang kini mulai melirik produk-produk herbal. Agar tetap diminati konsumen, Sugiyo berencana menciptakan varian rasa sirup baru.              nCek Berita dan Artikel yang lain di Google News