Mantan Dubes Singapura jadi direksi Exalt Resource



JAKARTA. Exalt Resources Ltd (ASX: ERD) (“Exalt”) perusahaan batu bara asal Australia, hari ini (23/8) mengumumkan rencana penunjukan dua direktur non-eksekutif. Salah satunya adalah Edward Lee Kwong Foo, mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia pada tahun 1974-1992.

Selain Edward Lee Kwong Foo, direksi lainnya adalah Romy HR Soekarno. Keduanya akan dilantik menjadi anggota Dewan Direksi Exalt Resources setelah perusahaan melakukan akuisisi perusahaan batubara di Indonesia.

Sementara itu, Romy HR Soekarno merupakan salah satu pebisnis yang sudah berkiprah sejak tahun 1990-an melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sektor publik dan swasta. Saat ini ia menjabat sebagai Presiden Direktur 1945 Nuswantara Investama.


Sementara itu, Edward Lee Kwong Foo berkarier di bagian Foreign Service Branch di Singapore Administrative Service, dengan menduduki sejumlah posisi senior di kawasan Asia Pasifik, termasuk Duta Besar Singapura untuk Indonesia.

Dengan penugasan pertamanya di Indonesia tahun 1974, Edward Lee memiliki karya di Kedutaan Singapura di Jakarta selama 18 tahun. Di antara berbagai penghargaan yang telah diterimanya, pada tahun 2007 ialah, penghargaan tertinggi bagi warga sipil dari Pemerintah Indonesia, yaitu Bintang Jasa Utama, atas kontribusinya membangun hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia.

Edward Lee pada saat ini aktif menjadi anggota dewan direksi berbagai perusahaan terbuka, antara lain sebagai Chief Executive di perusahaan konsultasi investasi PT Ekalimintas dan anggota President’s Philanthropic Advisory Council di National University of Singapore.

“Kami memperkuat posisi dewan direksi agar perusahaan siap menjalankan kegiatan di Indonesia. Akses Edward Lee dan Romy Soekarno menunjukkan kepada pemegang saham bahwa Exalt siap menjadi pemain utama sektor batubara di Indonesia,” ucap Barry Tudor, Chief Executive and Managing Director Exalt melalui keterangan resmi yang diterima KONTAN, hari ini (23/8).

Dewan Direksi Exalt yang baru ini bertugas untuk menjalankan pencapaian tujuan strategis perusahaan guna melanjutkan kegiatan eksplorasi yang telah direncanakan di Indonesia. Selain itu, direksi baru tersebut bertigas mencari peluang untuk melakukan akuisisi atau berpartisipasi dalam proyek energi dan sumber daya mineral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News