KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ekonom senior sekaligus mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Permana Agung Dradjattun mengingatkan pemerintah agar mewaspadai tren pelemahan kinerja perpajakan yang tercermin dari pergerakan tax buoyancy, tax ratio, hingga defisit anggaran dalam beberapa tahun terakhir. Permana menjelaskan, tax buoyancy mencerminkan sensitivitas kemampuan negara mengumpulkan pajak dibandingkan dengan laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Jika angkanya di bawah satu, berarti pertumbuhan penerimaan pajak tertinggal dibandingkan pertumbuhan ekonomi.
Mantan Pejabat Bea Cukai Ini Ingatkan Pelemahan Tax Buoyancy Ancam Fiskal Indonesia
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ekonom senior sekaligus mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Permana Agung Dradjattun mengingatkan pemerintah agar mewaspadai tren pelemahan kinerja perpajakan yang tercermin dari pergerakan tax buoyancy, tax ratio, hingga defisit anggaran dalam beberapa tahun terakhir. Permana menjelaskan, tax buoyancy mencerminkan sensitivitas kemampuan negara mengumpulkan pajak dibandingkan dengan laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Jika angkanya di bawah satu, berarti pertumbuhan penerimaan pajak tertinggal dibandingkan pertumbuhan ekonomi.
TAG: