KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump mengatakan akan menominasikan Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche pada hari Kamis (4/6) untuk memimpin Departemen Kehakiman secara permanen, yang akan menjadikan mantan pengacara pribadinya sebagai pejabat penegak hukum tertinggi di negara itu. "Dia adalah pelaksana tugas jaksa agung. Besok. Saya menginstruksikan Dan (Scavino) dan semua orang lain yang terlibat dalam proses yang sangat rumit itu - yang menurut saya akan berjalan sangat cepat - bahwa kita akan menjadikannya jaksa agung tetap," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, menurut video yang diunggah di X pada Rabu malam oleh ajudannya, Scavino. Blanche, 51 tahun, mengambil alih kepemimpinan Departemen Kehakiman setelah Trump memecat Pam Bondi pada bulan April di tengah ketegangan atas rilis berkas-berkas yang berkaitan dengan terpidana pelaku pelecehan seksual anak Jeffrey Epstein dan frustrasi karena departemen tersebut tidak bertindak cukup tegas terhadap musuh-musuh politik Gedung Putih.
Mantan Pengacara Pribadi Trump Diusulkan Jadi Jaksa Agung AS
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump mengatakan akan menominasikan Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche pada hari Kamis (4/6) untuk memimpin Departemen Kehakiman secara permanen, yang akan menjadikan mantan pengacara pribadinya sebagai pejabat penegak hukum tertinggi di negara itu. "Dia adalah pelaksana tugas jaksa agung. Besok. Saya menginstruksikan Dan (Scavino) dan semua orang lain yang terlibat dalam proses yang sangat rumit itu - yang menurut saya akan berjalan sangat cepat - bahwa kita akan menjadikannya jaksa agung tetap," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, menurut video yang diunggah di X pada Rabu malam oleh ajudannya, Scavino. Blanche, 51 tahun, mengambil alih kepemimpinan Departemen Kehakiman setelah Trump memecat Pam Bondi pada bulan April di tengah ketegangan atas rilis berkas-berkas yang berkaitan dengan terpidana pelaku pelecehan seksual anak Jeffrey Epstein dan frustrasi karena departemen tersebut tidak bertindak cukup tegas terhadap musuh-musuh politik Gedung Putih.