Mantan Perdana Menteri Korsel Lee Hae-chan Meninggal Saat Kunjungan Resmi ke Vietnam



KONTAN.CO.ID - HANOI. Mantan Perdana Menteri Korea Selatan, Lee Hae-chan, tokoh politik senior yang berperan penting dalam perjalanan demokrasi negaranya, meninggal dunia saat melakukan kunjungan resmi ke Kota Ho Chi Minh, Vietnam, Minggu (26/1/2026). 

Lee mengembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun akibat serangan jantung, menurut pernyataan panel penasihat kepresidenan Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyatakan, “Negara telah kehilangan seorang mentor besar dalam sejarah demokrasi kami. Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk melindungi dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi di tengah perjalanan sejarah modern yang penuh tantangan.”


Baca Juga: Perdana Menteri Thailand Diberhentikan, Ini Daftar Calon Penggantinya

Lee Hae-chan menjabat sebagai Perdana Menteri dari 2004 hingga 2006 dan dikenal sebagai anggota parlemen selama tujuh periode. Karier politiknya dimulai sebagai aktivis mahasiswa pada 1970-an, yang sempat dipenjara karena memimpin gerakan demokrasi. 

Selama hidupnya, Lee dikenal sebagai sosok berani dan strategis, kerap berselisih dengan lawan politik, sekaligus membantu empat presiden dari kubu liberal, termasuk presiden saat ini, memenangkan kursi pemerintahan.

Partai oposisi konservatif, People Power Party, menyebut kematian Lee sebagai “akhir dari sebuah bab dalam sejarah politik Korea Selatan” dalam pernyataan belasungkawa mereka.

Pemerintah Vietnam, termasuk Perdana Menteri Pham Minh Chinh, juga menyampaikan dukacita kepada keluarga Lee dan pemerintah Korea Selatan. 

Baca Juga: Mantan PM Korea Selatan Dihukum 23 Tahun Penjara Terkait Darurat Militer

Kementerian Luar Negeri Vietnam bekerja sama dengan pemerintah kota untuk memastikan Lee mendapatkan perawatan medis terbaik. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kondisi Lee yang sudah kritis.

Lee tiba di Vietnam pada Kamis lalu untuk menghadiri pertemuan panel penasihat pemerintah yang menangani kebijakan terkait Korea Utara. 

Ia menjabat sebagai ketua sipil panel tersebut, yang dikenal dengan nama Peaceful Unification Advisory Council, yang anggotanya berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Selanjutnya: Khaby Lame Jual Saham, Raup US$900 Juta dalam Sekejap

Menarik Dibaca: 10 Promo Payday Januari, Makan Enak di J.CO hingga HokBen Tanpa Bikin Kantong Bolong