Manufaktur belum memuaskan, yen disalip euro



JAKARTA. Rilis survei data manufaktur Jepang membayangi pergerakan yen di hadapan euro. Mengutip Bloomberg, Senin (3/4) pukul 18.05 WIB, pairing EUR/JPY menguat tipis 0,06% ke level 118,74 dibanding sehari sebelumnya.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, mata uang yen bergerak melemah setelah data manufaktur Jepang berada di bawah proyeksi. Tankan Manufacturing Index Jepang bulan Maret berada di angka 12, lebih rendah dari proyeksi level 14 meski naik dari bulan sebelumnya yakni level 10.

Pelemahan yen membantu pergerakan euro. Apalagi sederet data manufaktur Eropa dirilis sesuai proyeksi. Data tersebut dianggap positif oleh pelaku pasar.


Seperti angka manufaktur Italia bulan Maret menunjukkan hasil naik ke level 55,7 dari sebelumnya 55,0. Lalu data manufaktur Jerman stabil dan sesuai proyeksi di level 58,3. Secara keseluruhan, manufaktur Eropa bulan lalu tercatat di stagnan di level 56,2. Angka itngkat pengangguran Italia yang turun ke level 11,5% dari sebelumnya 11,8% turut membantu laju euro.

Meski demikian, Faisyal menilai penguatan EUR/JPY tidak akan bertahan lama. Sebab, sentimen dari Eropa masih cukup bearish. "Angka inflasi Eropa yang dirilis pekan lalu terlihta turun. Bank Sentral Eropa juga masih mempertahankan sikap pada pelonggaran moneter," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia