KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur global mengalami tekanan berat pada April 2025. Tekanan dialami oleh Amerika Serikat (AS) dan juga negara-negara di Asia karena lemahnya permintaan akibat kenaikan tarif di AS. Manufaktur AS mencatat penurunan terbesar dalam lima bulan, dengan indeks pabrik ISM turun 0,3 poin menjadi 48,7, dan indeks produksi anjlok lebih dari 4 poin ke 44. Tarif AS dan ketidakpastian kebijakan perdagangan mengganggu sektor industri Negeri Paman Sam ini. Hanya 11 industri yang ekspansi, sementara enam lainnya kontraksi. Pesanan turun untuk bulan ketiga berturut-turut, dengan tumpukan pesanan berkurang cepat. Harga bahan baku naik ke level tertinggi sejak Juni 2022 meskipun biaya energi lebih murah. "Permintaan dan produksi menurun, sementara pengurangan tenaga kerja berlanjut karena lingkungan ekonomi yang tak pasti,” kata Timothy Fiore, ketua Komite Survei ISM, dilansir Bloomberg, Jumat (2/5).
Manufaktur Global Mengalami Kontraksi Tajam
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur global mengalami tekanan berat pada April 2025. Tekanan dialami oleh Amerika Serikat (AS) dan juga negara-negara di Asia karena lemahnya permintaan akibat kenaikan tarif di AS. Manufaktur AS mencatat penurunan terbesar dalam lima bulan, dengan indeks pabrik ISM turun 0,3 poin menjadi 48,7, dan indeks produksi anjlok lebih dari 4 poin ke 44. Tarif AS dan ketidakpastian kebijakan perdagangan mengganggu sektor industri Negeri Paman Sam ini. Hanya 11 industri yang ekspansi, sementara enam lainnya kontraksi. Pesanan turun untuk bulan ketiga berturut-turut, dengan tumpukan pesanan berkurang cepat. Harga bahan baku naik ke level tertinggi sejak Juni 2022 meskipun biaya energi lebih murah. "Permintaan dan produksi menurun, sementara pengurangan tenaga kerja berlanjut karena lingkungan ekonomi yang tak pasti,” kata Timothy Fiore, ketua Komite Survei ISM, dilansir Bloomberg, Jumat (2/5).