KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur Korea Selatan (Korsel) kembali mencatat ekspansi pada Agustus 2026. Pertumbuhan sektor pabrik tersebut menjadi yang kesembilan secara berturut-turut, ditopang oleh kuatnya permintaan ekspor.
Baca Juga: China Murka Taiwan Hadiri Forum Pasifik, Peringatkan Bakal Ada Konsekuensi Melansir
Reuters, berdasarkan survei S&P Global yang dirilis Selasa (1/9/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Korsel berada di level 52,3 pada Agustus, turun dari 53,1 pada Juli. Meski melambat, indeks masih berada di atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi. Dengan demikian, sektor manufaktur Korsel telah mencatat pertumbuhan selama sembilan bulan berturut-turut. Produsen juga masih mencatat pertumbuhan pesanan baru yang sehat. Subindeks pesanan baru berada di level 53,5 pada Agustus, turun dari 54,8 pada Juli. Ekonom S&P Global Market Intelligence David Owen mengatakan pertumbuhan pesanan baru secara keseluruhan memang melambat pada Agustus. Namun, permintaan ekspor justru mencatat penguatan signifikan. “Meski data PMI Agustus menunjukkan perlambatan pertumbuhan pesanan baru secara keseluruhan di sektor manufaktur Korea Selatan, peningkatan permintaan ekspor yang kuat—terkuat sejak November 2020—menjadi sinyal positif bahwa perusahaan masih mendapatkan manfaat dari siklus super AI dan semikonduktor saat ini,” kata Owen.
Baca Juga: Minyak Brent Kembali ke Atas US$ 91 Selasa (1/9), Konflik AS-Iran Jadi Pemicu Ditopang Ekspor Semikonduktor Kinerja sektor manufaktur menjadi salah satu penopang perekonomian Korsel yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal II 2026. Perekonomian Korsel tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada periode tersebut, terutama didorong oleh lonjakan ekspor semikonduktor.
Pertumbuhan ekspor chip mampu mengimbangi penurunan investasi konstruksi, sehingga menopang kinerja ekonomi negara tersebut.
Baca Juga: Nissan-Honda Perkuat Kerja Sama Teknologi, Siapkan ECU untuk Mobil Generasi Baru Kuatnya permintaan global terhadap semikonduktor dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi katalis penting bagi industri manufaktur Korsel. Namun, perlambatan PMI pada Agustus menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan mulai sedikit kehilangan tenaga dibandingkan bulan sebelumnya.