KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Sektor manufaktur Thailand mempertahankan pertumbuhan yang solid pada Agustus 2026. Produksi dan pesanan baru meningkat tajam, sementara stabilnya rantai pasok dan meredanya tekanan harga turut mendorong optimisme pelaku industri. Mengutip rilis S&P Global, Selasa (1/9/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Thailand berada di level 53,8 pada Agustus 2026, turun tipis dari 54,2 pada Juli yang merupakan level tertinggi dalam tujuh bulan. Kendati melemah, indeks masih berada di atas level 50 yang menandai perbaikan kondisi bisnis manufaktur. S&P Global menyebut sektor manufaktur Thailand tetap berada dalam tren positif. PMI menunjukkan perbaikan kondisi bisnis yang berkelanjutan sejak Mei 2025.
Produksi manufaktur meningkat tajam pada Agustus. Laju pertumbuhan output menjadi yang tercepat kedua sepanjang 2026 hingga saat ini. Produksi juga telah meningkat setiap bulan sejak Februari 2025.
Baca Juga: Sektor Manufaktur Filipina Melaju, PMI Mencapai Rekor Tertinggi Sejak 2016 Perusahaan dalam survei mengaitkan peningkatan produksi dengan membaiknya permintaan serta bertambahnya pelanggan baru. Pertumbuhan pesanan baru juga tetap kuat. Total pesanan baru meningkat dengan laju yang solid pada Agustus, sekaligus memperpanjang periode ekspansi menjadi 16 bulan berturut-turut. Tim Moore,
Economics Director S&P Global Market Intelligence, mengatakan, kinerja manufaktur Thailand pada Agustus masih menunjukkan laju ekspansi yang kuat meski sedikit lebih rendah dibandingkan Juli. “Penguatan terbaru didukung oleh pertumbuhan output dan bisnis baru yang kuat pada Agustus, dengan keduanya menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan rata-rata pada paruh pertama tahun ini,” ujar Moore dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026). Kendati pesanan dan kebutuhan produksi meningkat, jumlah pekerja di sektor manufaktur justru turun tipis pada Agustus.
Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Global Melonjak, Saham Tertekan Saat Harga Minyak Tembus US$91 Penurunan tenaga kerja tersebut berkontribusi terhadap tekanan terhadap kapasitas produksi. Ini tercermin dari kembali meningkatnya pekerjaan yang belum terselesaikan secara moderat. Di sisi lain, aktivitas pembelian input meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut, meski kenaikannya masih marginal. Peningkatan persediaan bahan baku yang sebelumnya dilakukan untuk membangun stok pengaman juga mulai berhenti. Persediaan pra-produksi stabil setelah meningkat selama lima bulan berturut-turut. Sementara itu, persediaan barang jadi turun dengan laju tercepat sejak November 2024. Sejumlah produsen menyebut terpaksa melakukan diskon harga secara strategis untuk mempercepat penjualan persediaan pascaproduksi.
Toh, optimisme manufaktur Thailand terhadap prospek produksi dalam 12 bulan mendatang tetap mencapai level tertinggi sejak Januari dan tetap jauh di atas tren jangka panjang.
Baca Juga: Ekspansi Manufaktur Malaysia Melambat, PMI Manufaktur Malaysia Turun ke 50,2 Perusahaan menyebut perbaikan jalur penjualan, rencana pengembangan produk baru serta meningkatnya optimisme terhadap kondisi permintaan yang lebih luas sebagai faktor pendorong keyakinan tersebut. Moore menilai membaiknya permintaan, stabilnya rantai pasok dan tekanan inflasi yang moderat menjadi fondasi penting bagi optimisme dunia usaha. “Kepercayaan terhadap prospek manufaktur dalam setahun ke depan mencapai level tertinggi sejak Januari dan tetap jauh di atas tren jangka panjang,” papar Moore.