KONTAN.CO.ID - Manulife Financial membukukan kenaikan laba inti (
core earnings) pada kuartal II-2026, ditopang kinerja yang kuat dari bisnis di Asia dan Amerika Serikat (AS). Di saat yang sama, perusahaan juga mengumumkan kesepakatan reasuransi senilai C$3,2 miliar dengan Munich Re untuk mengurangi eksposur risiko pada portofolio asuransi perawatan jangka panjang (
long-term care/LTC).
Baca Juga: Brasil Kembali Turunkan Suku Bunga 25 Bps, Inflasi Melandai Jadi Pertimbangan Mengutip
Reuters Kamis (6/8/2026), Manulife mencatat laba inti sebesar C$1,92 miliar atau C$1,09 per saham pada periode yang berakhir 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar C$1,73 miliar atau 95 sen Kanada per saham. Kinerja tersebut juga melampaui ekspektasi analis yang disurvei LSEG, yang memperkirakan laba inti sebesar C$1,08 per saham. Selama satu dekade terakhir, Manulife terus mengalihkan fokus pertumbuhannya ke Asia, seiring meningkatnya kekayaan masyarakat, bertambahnya populasi lanjut usia, serta meningkatnya permintaan terhadap produk asuransi dan dana pensiun di kawasan tersebut.
Baca Juga: Iran Berpotensi Kendalikan Kapal yang Masuk Selat Hormuz, Ingin Tarik Biaya hingga 7% Asia kini menjadi salah satu kontributor utama laba perusahaan. Manulife menargetkan sekitar 50% laba intinya berasal dari kawasan Asia pada 2027. Pada kuartal II-2026, laba inti dari bisnis Asia meningkat 21% menjadi C$616 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba inti dari bisnis di Amerika Serikat melonjak 55%, didorong oleh penurunan klaim pada produk asuransi jiwa dan asuransi perawatan jangka panjang. Segmen pengelolaan kekayaan dan aset (
wealth and asset management) juga mencatatkan pertumbuhan positif. Laba inti dari unit tersebut naik 9% berkat peningkatan pendapatan berbasis biaya (
fee income). Sebaliknya, bisnis di Kanada mengalami tekanan. Laba inti di pasar domestik turun 10% akibat meningkatnya beban biaya pada bisnis asuransi kelompok.
Baca Juga: Emas Bersinar, Cetak Kenaikan Harian Terbesar Sejak Februari Selain mengumumkan kinerja keuangan, Manulife juga mengungkapkan telah menandatangani perjanjian reasuransi senilai C$3,2 miliar dengan Munich Re.
Melalui transaksi tersebut, Manulife akan mengalihkan sebagian risiko yang terkait dengan portofolio polis asuransi perawatan jangka panjang. Chief Executive Officer (CEO) Manulife Phil Witherington mengatakan, transaksi ini merupakan kesepakatan reasuransi ketiga untuk portofolio asuransi perawatan jangka panjang dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, sekaligus menjadi transaksi pertama yang secara khusus mencakup portofolio LTC yang berdiri sendiri. "Melalui transaksi ini, kami mereasuransikan 80% risiko biometrik dari portofolio LTC tanpa pengalihan aset, sekaligus tetap mempertahankan aliran pendapatan di masa depan yang akan menghasilkan modal seiring portofolio tersebut menjadi lebih matang," ujar Witherington. Menurutnya, kesepakatan tersebut mencerminkan kemampuan Manulife dalam memperkuat profil risiko perusahaan sekaligus mengoptimalkan penggunaan modal untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.