Manulife Indonesia Bukukan Pendapatan Jasa Asuransi Rp3,97 Triliun pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatatkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp3,97 triliun sepanjang 2025. 

Selain pendapatan jasa asuransi, Manulife juga membukukan pendapatan investasi, termasuk dari Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), senilai Rp5,09 triliun. Angka-angka tersebut disajikan mengacu pada standar akuntansi baru PSAK 117 yang mulai berlaku tahun ini.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati mengatakan, kinerja tersebut dicapai di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi yang membuat masyarakat lebih selektif dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk pembelian produk asuransi.


“Namun, kebutuhan akan perlindungan dan perencanaan jangka panjang tetap terjaga di berbagai segmen,” ujar Lauren kepada Kontan dalam wawancara eksklusif, belum lama ini.

Baca Juga: Laba Manulife Indonesia Melejit 161,5%, Raup Rp 1,28 Triliun di 2025

Ia juga menyebut pencapaian tahun ini juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis berkelanjutan, disiplin pengelolaan investasi dan biaya, serta tingkat solvabilitas yang kuat.

Dari sisi distribusi, kinerja perusahaan didukung oleh dua kanal utama yakni keagenan dan bancassurance. Sepanjang 2025, Manulife memperkuat jalur keagenan lewat peluncuran dua produk baru, yaitu Manulife Dynamic Wealth Assurance dan Manulife Dynamic Smart Assurance.

Perusahaan juga meluncurkan fitur AI Assistant melalui portal agen MAIN (Manulife Agency Indonesia) untuk mendongkrak produktivitas agen sekaligus mempercepat layanan kepada nasabah.

Di jalur bancassurance, Manulife memperluas kolaborasi dengan mitra perbankan melalui peluncuran produk Manulife Protection Optimum Elite (PRIME) bersama Bank DBS Indonesia, serta Proteksi Prima Kritis Andalan bersama Bank Danamon Indonesia.

Baca Juga: Strategi Manulife Indonesia Perluas Penetrasi Nasabah Kelas Menengah

Lauren menambahkan, portofolio produk yang terdiversifikasi mulai dari produk tradisional, PAYDI, asuransi kesehatan, pensiun, hingga syariah-menjadi salah satu kekuatan perusahaan untuk terus bertumbuh di tengah dinamika pasar.

Ke depan, Manulife Indonesia menyebut tahun ini akan menjadi fase akselerasi dengan tetap menjaga disiplin manajemen risiko. Perusahaan berencana memperkuat kapabilitas tenaga pemasar, memperdalam kolaborasi dengan mitra perbankan, serta memanfaatkan teknologi dan data guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

“Kami optimistis Manulife Indonesia dapat terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung masyarakat Indonesia dalam membangun ketahanan finansial di tengah dinamika ekonomi,” terangnya.

Baca Juga: Manulife IM Sarankan Diversifikasi Portofolio di Tengah Gejolak Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News