Manulife: Kinerja Berbagai Jenis Unitlink akan Dipengaruhi Kondisi Pasar dan Ekonomi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) menyebut kinerja masing-masing jenis unitlink hingga akhir tahun akan dipengaruhi oleh perkembangan kondisi pasar dan ekonomi. 

Dalam kondisi pasar yang bergejolak, Direktur and Chief Financial Officer Manulife Indonesia Meylindawati menerangkan subdana berbasis pasar uang maupun pendapatan tetap umumnya cenderung menunjukkan kinerja yang lebih stabil. 

"Subdana pendapatan tetap juga berpotensi memperoleh manfaat di tengah tren penurunan suku bunga," katanya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).


Meylindawati berpendapat subdana berbasis saham dan campuran memiliki peluang pertumbuhan ketika sentimen pasar dan prospek ekonomi mendukung. Meski demikian, dia menyebut kinerja setiap subdana akan dipengaruhi oleh dinamika pasar yang berkembang dari waktu ke waktu. 

Baca Juga: AASI Beberkan Sejumlah Tantangan Dalam Meningkatkan Pangsa Aset Asuransi Syariah

"Oleh karena itu, paling penting adalah kesesuaian pilihan investasi dengan profil risiko, tujuan keuangan, dan horizon investasi nasabah," tuturnya.

Dalam menghadapi berbagai kondisi pasar, Meylindawati mengatakan Manulife Indonesia bersama Manulife Asset Manajemen Indonesia (MAMI) terus menerapkan pengelolaan investasi yang prudent dan disiplin sesuai dengan mandat masing-masing subdana. 

"Kami juga berkomitmen membantu nasabah memahami karakteristik, serta risiko investasi agar dapat memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan keuangan, dan profil risikonya," ungkapnya.

Meylindawati menerangkan fokus Manulife Indonesia adalah mendukung perencanaan keuangan jangka panjang nasabah melalui solusi perlindungan dan investasi yang relevan.

Baca Juga: Tokio Marine Life Masih Membuka Peluang untuk Kembangkan Produk Unitlink

Sementara itu, Manulife Indonesia menilai prospek produk unitlink tetap positif hingga akhir tahun ini. Meylindawati mengatakan prospek tersebut didukung kebutuhan nasabah terhadap solusi yang menggabungkan manfaat perlindungan dan investasi. 

Terkait kinerja, berdasarkan laporan keuangan berbasis Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 104 di situs resmi perusahaan, Manulife Indonesia mencatatkan premi sebesar Rp 5,83 triliun pada Semester I-2026. Adapun klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp 1,96 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News