KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Manulife Wealth & Asset Management resmi menuntaskan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rampungnya transaksi ini menandai dimulainya proses integrasi antara MAMI dan Schroders Indonesia. Dalam masa transisi, kedua entitas akan tetap beroperasi secara paralel sambil menjalankan penggabungan secara bertahap, mencakup aspek operasional, produk, hingga branding.
Baca Juga: Manulife investment Management Melihat Prospek Global yang Lebih Jelas di 2026 Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife, Fabio Fontainha mengatakan akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar Indonesia. Dia menyebut penyelesaian akuisisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia serta memperkuat posisi MAMI. "Dengan menggabungkan kapabilitas dua manajer investasi, kami membangun platform yang lebih besar dan siap menghadapi dinamika pasar," ujar Fabio dalam keterangan resmi, Selasa (1/4/2026). CEO & President Director MAMI, Afifa menyebut akuisisi ini menjadi momentum penting bagi perusahaan yang tengah memasuki usia ke-30 tahun. "Ini bukan sekadar transaksi, tetapi membuka babak baru untuk memperluas dampak bisnis dan memperkuat posisi kami di industri," kata Afifa.
Baca Juga: Manulife Syariah Bayar Klaim Rp 248 Miliar Sepanjang Desember 2024-Oktober 2025 Sementara itu, CEO & President Director Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, menilai langkah ini membuka akses terhadap sumber daya yang lebih luas, sekaligus menjaga kekuatan dan budaya perusahaan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Dari sisi fundamental, sebelum aksi korporasi ini, MAMI merupakan salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai Rp 124,3 triliun per akhir 2025 dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah.
Adapun Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp 53 triliun per Desember 2025, dengan basis nasabah institusi yang kuat serta jaringan distribusi yang luas.
Baca Juga: Manulife Syariah Gandeng Danamon Syariah Rilis Produk Asuransi Jiwa Syariah Baru Nilai transaksi akuisisi ini tidak diungkapkan. Namun, pasar menilai konsolidasi ini berpotensi memperkuat struktur industri pengelolaan aset domestik, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan seiring meningkatnya partisipasi investor ritel dan kebutuhan diversifikasi investasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News