KONTAN.CO.ID - Rokok elektrik atau vape semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Tidak sedikit yang menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional karena tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa. Anggapan ini membuat penggunaan rokok elektrik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pandangan tersebut ditepis oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam laman Kemkes (20/7). Menurutnya, rokok elektrik tetap membawa risiko serius bagi kesehatan. Bahkan, penggunaannya juga dapat menjadi celah penyalahgunaan narkotika yang mengancam generasi muda. Karena itu, masyarakat perlu memahami fakta ilmiah mengenai dampak rokok elektrik sekaligus mengetahui langkah untuk berhenti jika sudah terlanjur menggunakannya.
Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan Menurut Menkes
Menyadur dari laman Kemkes, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama pemerintah di bidang kesehatan adalah meningkatkan usia harapan hidup sekaligus memastikan masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut. Menurut Menkes, salah satu faktor risiko utama yang harus dikendalikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kebiasaan merokok, termasuk penggunaan rokok elektrik. Ia mengingatkan bahwa stroke, penyakit jantung, dan kanker masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Ketiga penyakit tersebut memiliki hubungan erat dengan kebiasaan merokok. Menkes mengajak masyarakat untuk berhenti merokok agar dapat menikmati hidup yang lebih sehat dalam jangka panjang. "Kalau ingin hidup lebih panjang, ingin tetap sehat sampai usia lanjut dan bisa menikmati waktu bersama anak cucu, berhentilah merokok. Dampaknya bukan hanya kepada perokok, tetapi juga kepada anggota keluarga yang menjadi perokok pasif," ujarnya saat Seminar Nasional Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, rokok elektrik tidak lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Bahkan, beberapa negara telah mengambil langkah melarang peredaran rokok elektrik sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat. Selain berdampak pada kesehatan, Menkes menyoroti ancaman lain yang kini semakin mengkhawatirkan. Rokok elektrik dapat dimanfaatkan sebagai media konsumsi narkotika melalui modifikasi cairan atau liquid dengan zat psikoaktif tertentu. Kondisi ini dinilai berbahaya karena perangkat vape cukup populer di kalangan remaja dan anak muda. "Kementerian Kesehatan dan BNN memiliki pandangan yang sama. Rokok elektrik bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika," tegas Menkes. Untuk mengurangi risikonya, Kementerian Kesehatan terus memperkuat kebijakan pengendalian produk tembakau dan rokok elektrik. Upaya tersebut mencakup pengaturan zat adiktif, pembatasan penjualan dan peredaran, pengawasan iklan, hingga penguatan aturan kemasan produk.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Minuman Segar untuk Mengontrol Kadar Gula Darah Tips Berhenti Merokok Elektrik
Dikutip dari laman NHS, berhenti menggunakan vape memang tidak mudah karena adanya ketergantungan terhadap nikotin. Meski begitu, peluang berhasil akan lebih besar jika dilakukan dengan persiapan yang matang. Berikut beberapa tips berhenti merokok eletrik yang disarankan NHS:
1. Tentukan alasan ingin berhenti
Cari alasan yang paling kuat untuk berhenti menggunakan vape. Misalnya ingin hidup lebih sehat, menghemat pengeluaran, memulai kebiasaan baru, merencanakan kehamilan, atau memberikan contoh yang baik bagi keluarga. Alasan yang jelas dapat menjadi penyemangat ketika muncul keinginan untuk kembali menggunakan vape.
2. Buat rencana berhenti
Sebelum benar-benar berhenti, buatlah rencana yang sederhana. Tentukan tanggal berhenti dan siapkan langkah yang akan dilakukan ketika keinginan untuk vaping muncul. Persiapan ini membantu Anda lebih siap menghadapi proses berhenti.
3. Kenali penyebab Anda menggunakan vape
Pahami kapan dan mengapa Anda biasanya menggunakan vape. Misalnya saat merasa stres, bosan, berkumpul dengan teman, atau setelah makan. Dengan mengenali pemicunya, Anda dapat mencari aktivitas lain yang lebih sehat sebagai pengganti.
4. Singkirkan semua perlengkapan vape
Buang atau jauhkan perangkat vape, liquid, serta benda lain yang mengingatkan Anda pada kebiasaan tersebut. Lingkungan yang bebas dari pemicu dapat membantu mengurangi godaan untuk kembali menggunakannya.
5. Minta dukungan keluarga dan teman
Beritahu orang terdekat bahwa Anda sedang berusaha berhenti vaping. Dukungan dari keluarga maupun sahabat dapat membantu menjaga semangat ketika proses berhenti terasa sulit.
6. Siapkan cara menghadapi keinginan menggunakan vape
Rasa ingin menggunakan vape kembali biasanya muncul pada waktu-waktu tertentu. Saat hal itu terjadi, alihkan perhatian dengan berjalan kaki, minum air putih, mengunyah permen bebas gula, atau melakukan aktivitas lain yang disukai.
7. Jangan kembali ke rokok konvensional
Bagi orang yang sebelumnya sudah berhasil berhenti merokok dan beralih ke vape, NHS mengingatkan agar tidak kembali menggunakan rokok konvensional ketika sedang mencoba berhenti vaping. Tetap fokus pada tujuan untuk bebas dari seluruh produk yang mengandung nikotin. Rokok elektrik bukanlah pilihan yang aman seperti anggapan sebagian orang. Menurut Menteri Kesehatan RI, rokok eletrik memiliki risiko terhadap kesehatan, berpotensi memperpendek usia harapan hidup, serta dapat menjadi sarana penyalahgunaan narkotika. Karena itu, upaya berhenti menggunakan rokok elektrik menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News