Marak Praktik “Joki” Coretax, Purbaya Bilang Begini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi maraknya praktik penggunaan “joki” dalam sistem Coretax atau pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, yang muncul akibat celah dalam desain layanan perpajakan tersebut.

Purbaya mengakui, keberadaan pihak perantara atau joki tidak lepas dari peluang yang muncul ketika sistem yang memang diakui belum sepenuhnya ramah bagi pengguna.

Ia menyebut, dalam aktivitas ekonomi, setiap peluang yang ada biasanya akan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.


“Itu kalau ekonomi kan kalau ada kesempatan pasti ada yang masuk ke situ. Tapi ke depan kita betulin sehingga Coretax tidak perlu pakai joki lagi. Kan desainnya agak cacat rupanya,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (6/4/2026).

Menurut dia, desain awal Coretax dinilai masih memiliki kelemahan karena relatif sulit digunakan oleh masyarakat umum.

Baca Juga: Klaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat Antrean Online, Berlaku 1 April 2026

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sebagian wajib pajak (WP) memilih menggunakan jasa perantara untuk mengakses sistem, alih-alih menggunakan Coretax secara langsung. Purbaya juga mengungkapkan bahwa perbaikan sistem akan segera dilakukan agar praktik joki tidak lagi diperlukan di masa mendatang.

Ia menilai, waktu pengembangan dan implementasi Coretax yang relatif singkat menjadi salah satu penyebab munculnya celah tersebut.

“Ke depan akan kita betulkan sehingga Coretax tidak perlu pakai joki lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya mengaku baru mengetahui adanya celah tersebut dalam waktu kurang dari satu bulan terakhir.

Ia menegaskan, pemerintah akan segera menutup ruang bagi pihak ketiga yang memanfaatkan kelemahan sistem untuk kepentingan bisnis.

Menurut dia, kondisi saat ini seolah membuka peluang bagi pihak tertentu untuk mengambil peran di tengah sistem Coretax, namun hal tersebut akan segera dibenahi.

“Nanti akan saya bereskan,” ucap Purbaya.

Pemerintah memastikan perbaikan akan difokuskan pada penyederhanaan sistem agar lebih mudah diakses oleh masyarakat, sekaligus meningkatkan keamanan dan integritas layanan perpajakan digital.

Baca Juga: MK Tetapkan BPK Satu-satunya Auditor Kerugian Negara, DPR: Tak Ada Alternatif Lain

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, sejumlah akun di platform Threads secara terbuka menawarkan jasa pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), bahkan dengan tarif yang relatif murah.

Layanan ini ditawarkan oleh berbagai akun, seperti @nuriyul, @tercacay, hingga @ecydps.

Mereka menawarkan jasa mulai dari pengisian SPT orang pribadi dan badan, aktivasi akun Coretax, hingga pembuatan laporan keuangan.

Salah satu akun, @noellone, misalnya, menawarkan jasa pengisian SPT karyawan dengan tarif Rp 50.000 dan aktivasi Coretax sebesar Rp 20.000.

“Yang bingung lapor pajak SPT pribadi & badan pakai Coretax bisa pakai jasa aku yaa, harga terjangkau,” tulisnya.

Tak hanya itu, akun @ecydps bahkan membagikan sejumlah testimoni pelanggan sebagai bentuk promosi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News